Darilaut – Lahan gambut yang sehat berfungsi seperti spons yang dapat menyimpan air dan membantu menjaga kestabilan hidrologi kawasan. Ketika kemampuan tersebut berkurang, air lebih cepat mengalir ke wilayah sekitarnya.
Kebakaran berulang di lahan gambut mengurangi kemampuan menahan air. Hasil riset Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dony Rachmanadi, satu kali kebakaran dapat menurunkan kemampuan gambut menahan air sekitar 15 persen. Apabila kebakaran terjadi berulang hingga empat kali, penurunannya dapat mendekati 30 persen.
“Pengeringan membuat lapisan organik menyerupai tumpukan bahan tumbuhan kering yang mudah terbakar,” kata Dony seperti dikutip dari Brin.go.id.
”Api kemudian dapat merambat ke bawah permukaan dan bertahan di dalam lapisan gambut. Begitu mendapat oksigen, dia bisa menyala lagi. Gambut benar-benar bisa padam kalau kembali terendam air.”
Kerusakan tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran berikutnya, tetapi juga dapat memperbesar risiko banjir.
Dony mengatakan posisi ekosistem ini penting untuk menjaga hidrologi kawasan supaya stabil. Begitu kemampuan mengikat airnya hilang, air akan mengalir ke desa, kota, dan jalan.
Karena itu, menurut Dony, kejadian kebakaran dan banjir di kawasan gambut dapat saling berkaitan.



