Darilaut – Anomali tetap tertekan di wilayah Indonesia, Samudra Pasifik bagian barat khatulistiwa. El Niño yang terus menguat tersebut, dengan kemungkinan terjadinya El Niño kategori kuat hingga sangat kuat hingga periode Januari-Maret 2027.
Menurut Climate Prediction Centre (CPC) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, peluang ini tetap di atas 83%.
NOAA mengatakan El Niño semakin menguat bulan lalu, dengan anomali suhu permukaan laut melebihi +4,0°C di sebagian wilayah Pasifik khatulistiwa bagian timur.
Sebagian besar indeks Niño meningkat dalam sebulan terakhir, mencapai +2,1°C pada Niño-3.4, +3,0°C pada Niño-3, dan +3,9°C pada Niño-1+2.
Indeks suhu bawah permukaan khatulistiwa (rata-rata dari 180°-100°BB) berada jauh di atas rata-rata, yang mencerminkan kedalaman termoklin yang lebih dalam dari rata-rata.
Suhu bawah permukaan tetap berada di atas +10,0°C pada kedalaman tertentu di Samudra Pasifik bagian timur.
Anomali angin barat di lapisan bawah dan anomali angin timur di lapisan atas membentang dari Pasifik khatulistiwa bagian barat hingga tengah-timur, kata NOAA. Konveksi dan curah hujan yang meningkat terus terjadi dari Pasifik bagian tengah hingga timur, sementara anomali tetap tertekan di wilayah Indonesia.



