Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dulu Lokasi Pengeboman Ikan, Kini Bangsring Jadi Destinasi Wisata yang Populer

redaksi
20 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Wisata bawah laut di Bangsring

FOTO: KEMENPAR

PANTAI yang kotor, karang dicungkil, itulah pemandangan di Desa Bangsring. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak seperti dengan bom menambah kerusakan terumbu karang di Bangsring. Itu dulu.

Kini Bangsring terus berbenah. Pantai yang berjarak sekira 30 kilometer dari Kota Banyuwangi itu, telah menjadi idola baru wisata ujung timur Pulau Jawa.

Dengan pengembangan konsep kosnervasi dan pariwisata berkelanjutan, Bangsring sukses bertransformasi menjadi tujuan wisata. Bahkan lokasi ini telah dimasukkan untuk nominasi bergengsi oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO).

Lembaga yang fokus pada perkembangan pariwisata dunia tersebut tahun lalu mengadakan UNWTO Awards. Bangsring masuk dalam nominasi dalam kategori “Innovation in Non-GovermentalOrganization” dengan tema “Fisherman and The Act for Biodiversity Program”.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bangsring kini banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan setiap akhir pekan mencapai ribuan pengunjung.

Menurut Arief, alam itu semakin dilestarikan, akan mensejahterakan, karena laku dijual ke wisatawan. Apalagi dengan konsep konservasi yang kini menjadi tren pariwisata dunia.

Bagaimana daerah ini bisa berubah menjadi kawasan wisata bahkan percontohan konservasi? Hal ini tak lepas dari peran serta masyarakat sendiri yang telah berubah dari perilaku buruk sebelumnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BanyuwangiKementerian PariwisataKonservasi
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Penyelundup 73 Kg Sabu Ditangkap

Next Post

Keindahan Bawah Laut Bangsring

Postingan Terkait

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026
Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

6 Juni 2026

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

Next Post
Bawah laut Bangsring

Keindahan Bawah Laut Bangsring

Komentar tentang post

TERBARU

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

AmsiNews

REKOMENDASI

KBRI Windhoek Tawarkan Teknologi Perikanan di Namibia

Mengarah ke Okinawa, Hinnamnor Membentuk Topan yang Sangat Kuat

30 April Pelaksanaan UTBK-SNBT 2024 di Universitas Negeri Gorontalo

HUT ke-4, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat

Dewan Pers Prihatin Banyaknya Media Abal-abal

Berada di Laut Cina Timur, Topan Hinnamnor Keluar Dari Area Tanggung Jawab Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.