Penelitian yang dilakukan bersama Prof. Eko Yuli Handoko dan tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengintegrasikan data altimetri Jason-3 dengan Sea Level Anomaly dari Copernicus Marine. Pengolahan data tersebut digunakan untuk memperoleh anomali arus geostrofik dan menghitung energi kinetik Eddy.
Energi kinetik Eddy menggambarkan energi yang terkandung dalam fluktuasi kecepatan arus. Melalui pemetaan energi kinetik Eddy, peneliti dapat mengidentifikasi wilayah dengan aktivitas pusaran yang kuat sekaligus mengamati perubahan intensitasnya berdasarkan musim dan kondisi iklim.
Menurut Prof. Widodo pemahaman mengenai Eddy memiliki potensi pemanfaatan luas. Dalam sektor perikanan, informasi pusaran dapat membantu memahami distribusi nutrien dan habitat potensial ikan. Dalam pelayaran, data arah dan kecepatan arus dapat mendukung perencanaan rute kapal yang lebih aman dan efisien.
Dinamika pusaran juga penting dalam pemodelan pergerakan minyak, sampah, dan material terapung di laut, serta perencanaan infrastruktur bawah laut seperti kabel dan pipa.
Ke depan, integrasi data satelit, suhu permukaan laut, ocean colour, Argo, ADCP, radar arus, dan model numerik berpotensi memperkuat sistem deteksi serta prediksi Eddy.




