Jakarta – Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 13 kecamatan di Kabupaten Pandeglang terdampak terjangan tsunami Selat Sunda. Lokasi ini paling parah mengalami kerusakan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai.
Apalagi saat kejadian tsunami, libur panjang, sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi.
Tsunami melanda pantai di kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung dan Cibaliung. Kemudian diCimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes dan Pulau Sangiang.
Di Pandeglang, tercatat 267 orang meninggal dunia, 1.143 orang luka-luka, 38 orang hilang, 473 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, 84 mobil rusak dan 49 sepeda motor rusak.
Jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang.
Berkurangnya pengungsi karena sebagian sudah kembali ke rumahnya. Warga setempat mengungsi karena adanya isu tsunami susulan.





Komentar tentang post