157 ABK Indonesia yang Bekerja di Kapal Ikan China Tiba di Bitung

Area pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sebanyak 155 anak buah kapal (ABK) dan 2 jenazah tiba di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. ABK tersebut tiba di Pelabuhan Bitung dengan menggunakan kapal Long Xing 601 dan Long Xing 610 Jumat (6/11).

Setelah melalui berbagai upaya, Pemerintah Indonesia telah berhasil memulangkan 157 ABK WNI yang bekerja pada Kapal Ikan Berbendera Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui jalur laut ke Indonesia.

Repatriasi yang merupakan kerja sama antara Pemerintah RI dan Pemerintah RRT ini adalah buah dari diplomasi perlindungan WNI yang diupayakan oleh Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Beijing.

Secara gencar pendekatan melalui jalur diplomatik pada berbagai tingkatan telah diupayakan, termasuk Pertemuan Bilateral Tingkat Menteri Luar Negeri yang dilakukan pada Agustus 2020 lalu.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Capt Antoni Arif Priadi mengatakan, keberhasilan dalam proses repatriasi ini tidak lepas dari peran dan dukungan Kementerian/Lembaga terkait baik di Pusat maupun di Daerah, dalam hal ini Sulawesi Utara.

Menurut Antoni, kementerian/lembaga terkait di Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Pemerintah Kota Bitung telah bekerja sama dengan baik menyiapkan saat ABK WNI tiba di Bitung.

Yang disiapkan antara lain, fasilitas kesehatan, moda transportasi, akomodasi, dan pengamanan selama repatriasi berlangsung serta pengaturan pemulangan ke daerah asal masing-masing.

Proses penurunan 155 ABK WNI dan 2 jenazah ABK WNI dilakukan Sabtu (7/11) dengan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

Adapun 155 ABK WNI yang telah menjalani Rapid Test di atas kapalkemudian bawa ke Rumah Singgah Sementara di kantor Badan Diklat Pemerintah Provinsi di Maumbi Sulawesi Utara untuk menjalani tes PCR. Hasil Swab test akan diupayakan dalam 1×24 jam.

Selama menunggu hasil swab test, akan ditampung di Rumah Isolasi hingga dinyatakan negatif sebelum dipulangkan ke daerah asal. Bagi yang dinyayakan positif akan dirujuk ke RS rujukan atau menjalani isolasi/karantina.

Sementara 2 Jenazah ABK WNI dibawa ke RS Polri Bhayangkara, Manado diangkut dengan menggunakan kapal KN Pasatimpo milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Bitung guna dilakukan pemulasaran Jenazah terlebih dahulu untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut Antoni, proses repatriasi ini merupakan tantangan yang besar, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini, di mana pelabuhan-pelabuhan di berbagai negara tutup.

“Repatriasi ABK WNI stranded akan tetap menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Indonesia dalam memastikan bahwa negara hadir untuk melakukan pelindungan WNI di luar negeri,” katanya.

Selain itu, mesin diplomasi juga akan terus digerakkan terhadap negara bendera atau Flag State agar dapat mendorong Perusahaan Pemilik Kapal melakukan pemenuhan tanggung jawabnya, khususnya memulangkan para ABK WNI yang stranded di berbagai negara ke Indonesia.

Exit mobile version