19 Hari Kandas di Teluk Chesapeake, Kapal Kargo Ever Forward Belum Bisa Diapungkan

Kondisi kapal Ever Forward (Evergreen) yang kandas tanggal 13 Maret dan belum bisa diapungkan kembali tanggal 30 Maret 2022. FOTO: Maritime Innovation Safety Lab/Gcaptain.com

Darilaut – Kapal Kontainer raksasa Ever Forward belum bisa diapungkan setelah kandas pada 13 Maret lalu di Teluk Chesapeake, Amerika Serikat.

Upaya untuk mengapungkan kembali kapal kargo ini sudah dilakukan beberapa kali. Selama 19 hari kapal Ever Forward masih kandas di luar saluran pelayaran Craighill, Chesapeake Bay.

Kapal ini kandas setelah meninggalkan Pelabuhan Baltimore. Data pada Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) menunjukkan bahwa kapal sedang melaju dengan kecepatan sekitar 13 knot ketika keluar dari saluran yang dikeruk dan berhenti 25 feet di air.

Menurut Marinetraffic.com, Ever Forward (IMO: 9850551) adalah kapal kontainer yang dibangun dua tahun lalu, pada 2020.

Saat ini berlayar di bawah bendera Hongkong. Daya dukung kapal 11850 TEU dan draftnya saat ini dilaporkan 13 meter.

Panjang kapal keseluruhan (LOA) adalah 334 meter dan lebar 48 meter.

Pelayaran Ever Forward dari Pelabuhan Baltimore menuju Norfolk, AS. Perkiraan waktu waktu kedatangan pada 17 Maret.

Mengutip Gcaptain.com (31/3) Evergreen Marine, pemilik Ever Forward yang kandas, telah mengumumkan General Average.

Hal ini dilakukan setelah dua kali gagal untuk mengapungkan kembali kapal di Chesapeake Bay.

Upaya terbaru terjadi Rabu dengan harapan dapat memanfaatkan sistem cuaca yang membantu menaikkan kapal saat air pasang sekitar satu kaki lebih tinggi dari biasanya.

Namun, upaya refloating ini tidak berhasil dan tampaknya tidak ada pergerakan kapal.

Dalam sebuah pernyataan, Evergreen mengatakan General Average telah dinyatakan “mengingat meningkatnya biaya yang timbul dari upaya berkelanjutan untuk mengapungkan kembali kapal.”

General Average adalah prinsip hukum maritim yang mengharuskan pemilik kapal dan kepentingan kargo berbagi secara proporsional dalam biaya yang terkait dengan penyelamatan kapal.

Saat General Average diumumkan, pemilik kargo diwajibkan untuk berkontribusi pada dana General Average sebelum kargo mereka dapat dilepaskan.

Evergreen menyatakan hal serupa pernah terjadi setahun lalu dengan insiden Ever Given yang kandas di Terusan Suez.

Hingga kemarin, dua kapal keruk clamshell telah bekerja untuk menghilangkan sedimen yang ada di sekitar kapal yang kandas.

Upaya mengapungkan kembali kapal ini pada hari Rabu melibatkan enam kapal tunda yang ditarik dari buritan.

Ini mengikuti upaya awal untuk mengapungkan kembali kapal pada Selasa sore—menggunakan lima kapal tunda. Keduanya tidak berhasil.

Para pejabat setempat mengatakan upaya lain untuk mengapungkan kapal Ever Forward akan dilakukan pada 3 – 4 April.

Jika upaya ini tidak berhasil, Penjaga Pantai telah mengindikasikan untuk pemindahan kontainer.

Kapal Ever Forward dimiliki oleh Evergreen Marine (Hong Kong) Ltd., anak perusahaan pelayaran Tawanese Evergreen Marine Corporation.

Penyelamat yang ditunjuk dalam operasi itu adalah Donjon-Smit. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Sejauh ini tidak ada polusi atau cedera yang dilaporkan. Lambung kapal tetap stabil.

Untungnya, kapal tidak memblokir akses ke Pelabuhan Baltimore.

Exit mobile version