Darilaut – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat sebanyak 20.000 orang sukarelawan telah mendaftar untuk uji coba fase 3 kandidat vaksin utama tuberkulosis (TB).
Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, mengenai tuberkulosis, pekerjaan WHO memungkinkan lebih banyak orang untuk diobati dengan obat-obatan yang lebih baik, diuji dengan diagnostik yang lebih baik.
“Kami mendukung pengembangan vaksin TB yang lebih baik,” kata Tedros dalam forum tingkat tinggi Majelis Kesehatan Dunia ke-78, di Jenewa, Swiss, pada (19/5).
Menurut Tedros, uji coba fase 3 penting dari kandidat vaksin utama telah menyelesaikan rekrutmen dalam waktu singkat, mendaftarkan lebih dari 20.000 sukarelawan di Afrika Selatan, Kenya, Malawi, Zambia, dan Indonesia.
“Kami menunggu hasil dari apa yang bisa menjadi Vaksin TB pertama yang efektif dalam lebih dari 100 tahun,” ujarnya.
Selain itu, kata Tedros, cakupan pengobatan untuk TB kini telah mencapai 75% secara global untuk pertama kalinya;
Tahun lalu, “kami meluncurkan pedoman inovatif untuk rejimen yang lebih pendek, sepenuhnya oral, dan lebih efektif untuk penderita TB resisten obat, yang sekarang telah diadopsi di 109 negara,” kata Tedros.




