Sabtu, April 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Kilas Balik Kebijakan Kelautan Pra Kemerdekaan

redaksi
20 Mei 2025
Kategori : Kajian
0
Kilas Balik Kebijakan Kelautan Pra Kemerdekaan

Dr. Gybert E Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993) & Prof. Dr. Desy Maria Helena Mantiri (Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kelautan Unsrat)

Indonesia bukan sekadar negara yang dikelilingi laut—Indonesia adalah laut itu sendiri. Lebih dari dua pertiga wilayahnya adalah perairan, dan lebih dari 17.000 pulaunya dihubungkan oleh lautan yang luas.

Laut bagi bangsa ini bukan hanya hamparan biru yang memisahkan pulau, tetapi juga nadi penghubung kehidupan, sejak masa lampau hingga masa kini.

Sejak zaman prasejarah, masyarakat Nusantara telah menjadikan laut sebagai ruang hidup, ruang jelajah, dan ruang budaya.

Dalam perspektif antropologi maritim, laut bukanlah batas, melainkan ruang kosmologis dan sosial yang menyatukan berbagai komunitas kepulauan. Di sinilah konsep seperti ‘Tagaroa’—dalam konteks migrasi Austronesia—mewakili kedalaman hubungan manusia dengan lautan sebagai sumber kehidupan, migrasi, dan spiritualitas.

Konsep Tagaroa dan Kebijakan Kelautan Indonesia

Dalam tradisi masyarakat kepulauan di Pasifik dan sekitarnya, termasuk yang berakar pada budaya Austronesia, terdapat mitos dan konsep spiritual yang sangat terkait dengan laut dan kekuatannya.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Dr. Gybert E. MamuayaIlmu KelautanIlmu Kelautan UnsratKelautanProf. Desy Maria Helena MantiriTagaroa
Bagikan7Tweet2KirimKirim
Previous Post

20 Ribu Sukarelawan Mendaftar Uji Coba Kandidat Vaksin Tuberkulosis, Termasuk Indonesia

Next Post

Sederet Karir Alumni Ilmu Kelautan Unsrat Manado

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Rayakan HUT ke-37, Ilmu Kelautan Unsrat Sukses Menggelar Berbagai Kegiatan

Sederet Karir Alumni Ilmu Kelautan Unsrat Manado

TERBARU

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Eutrofikasi Mengganggu Keseimbangan Ekosistem Perairan dan Memiliki Dampak Sosial yang Luas

AmsiNews

REKOMENDASI

55 Pelabuhan di Indonesia Layani Pendaftaran dan Balik Nama Kapal

Kota Gorontalo Tempati Posisi ke-3 Daerah Inflasi Terendah Bulan November

Pari Manta Ukuran Dua Meter Dilepas ke Laut

Belum Diketahui Cara Paus Paruh Blainville Berkembang Biak

KKP Kembangkan Banggai Cardinal Fish

COP28 di Dubai Momen Penting Bagi Aksi Iklim Global

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.