Darilaut – Sepanjang tahun 2024 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mencatatkan dua jurnal terindeks Scopus.
Dengan demikian, UNG adalah perguruan tinggi di kawasan Teluk Tomini atau utara Sulawesi terbanyak memiliki jurnal bereputasi internasional yang telah terindeks Scopus.
Scopus berada di bawah naungan Elsevier — sebuah organisasi atau perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang berbasis di Amsterdam, Belanda, yang berdiri sejak 1880.
Sebagai pangkalan data atau database Pustaka, setiap jurnal ilmiah yang terindeks scopus telah memenuhi standar dan reputasi internasional.
Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan di tahun ini juga UNG berhasil mencatatkan dua jurnal internasional bereputasi terindeks SCOPUS yakni, Jambura Law Review dan Jambura Journal of Biomathematics.
“Dengan ini UNG berhasil menjadi Perguruan Tinggi kedua terbanyak memiliki jurnal terindeks Scopus di kawasan timur Indonesia,” ujar Rektor saat menyampaikan “Annual Report 2024 Universitas Negeri Gorontalo” Selasa (31/12).
Dalam konferensi pers capaian kinerja 2024 tersebut Rektor mengatakan terdapat dua jurnal terindeks Scopus dan 45 jurnal terindeks SINTA (1‑5), serta enam jurnal terindeks DOAJ.
Jurnal ilmiah Jambura Law Review (Jalrev) Fakultas Hukum UNG menjadi jurnal pertama yang terindeks Scopus di Teluk Tomini.
Pada 1 Januari 2024 Jalrev dinyatakan lulus penilaian CSAB (Content Selection and Advisory Board) yang dilakukan oleh Scopus.
Selanjutnya, publikasi ilmiah yang diterbitkan UNG telah terindeks Scopus adalah Jambura Journal of Biomathematics (JJBM).
Jurnal yang diterbitkan Jurusan Matematika – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNG tersebut telah melalui proses evaluasi tim Scopus.
Setelah tinjauan selesai dan memenuhi semua persyaratan, Jambura Journal of Biomathematics resmi diterima pada 15 November 2024. (VM)
