Berbagai langkah akan dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan keberlangsungan pelayanan kapal perintis baik dengan cara mendatangkan kapal pengganti ataupun deviasi modifikasi rute kapal perintis.
Menurut Wisnu, terkait dengan adanya isu tidak adanya kapal perintis di Pulau Seram yang bisa mengangkut masyarakat untuk memanen hasil kebun di Pulau Teon, Nila dan Serua dikarenakan kapal-kapal perintis yang melayani selama ini harus docking untuk keselamatan pelayaran, pemerintah telah mengerahkan Kapal KM Sabuk Nusantara 71. Kapal ini diperbantukan melayani masyarakat di Pulau Seram mulai Rabu 26 Juni.
Wisnu mengatakan, sebanyak 5 kapal cadangan yang posisinya berada di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah juga dikerahkan menuju wilayah Maluku untuk mengangkut dan melayani masyarakat di Pulau Seram tersebut.
Sementara pelayanan kapal perintis di wilayah lainnya di Maluku dan Maluku Utara tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasanya.
Ditjen Hubla, kata Wisnu, akan memastikan bahwa kapal perintis tetap hadir melayani masyarakat di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Bila ditemukan suatu waktu tidak ada kapal sama sekali di suatu daerah, apalagi sampai terjadi krisis bahan pokok, diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkannya.





Komentar tentang post