Selasa, April 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cuaca Ekstrem Menghantam Asia

redaksi
28 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Gelombang Panas Menimpa Thailand

Ilustrasi sinar matahari langsung. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Meningkatnya suhu, naiknya permukaan laut dan cuaca ekstrem menghantam Asia. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan Asia saat ini memanas hampir dua kali lebih cepat dari rata-rata global.

Hal ini memicu cuaca yang lebih ekstrem dan menimbulkan dampak buruk pada ekonomi, ekosistem, dan masyarakat di kawasan tersebut.

Laporan WMO tentang Keadaan Iklim di Asia 2024 menyebutkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun terhangat atau kedua terhangat yang pernah tercatat (tergantung pada kumpulan data), dengan gelombang panas yang meluas dan berkepanjangan.

Tren pemanasan antara tahun 1991–2024 hampir dua kali lipat dari periode 1961–1990.

Pada tahun 2024, gelombang panas melanda wilayah lautan yang memecahkan rekor. Suhu permukaan laut merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat, dengan laju pemanasan permukaan laut Asia selama satu dekade hampir dua kali lipat dari rata-rata global.

Kenaikan permukaan air laut di sisi Pasifik dan Samudra Hindia di benua tersebut melampaui rata-rata global, sehingga meningkatkan risiko bagi wilayah pesisir dataran rendah.

Berkurangnya salju musim dingin dan panas di musim panas yang ekstrem berdampak buruk bagi gletser.

Di Himalaya bagian tengah dan Tian Shan, 23 dari 24 gletser mengalami kehilangan massa, yang menyebabkan peningkatan bahaya seperti luapan danau gletser, banjir, dan tanah longsor, serta risiko jangka panjang bagi ketahanan air.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AsiaCuaca EkstremNaiknya Permukaan LautSuhu Permukaan LautWMO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

ICT Watch Perkuat Posisi Indonesia Dalam Jaringan Global Etika dan Tata Kelola AI

Next Post

3 Bibit Siklon Tropis Berada Dekat Kepulauan Mariana Utara dan Guam

Postingan Terkait

Menikmati Panorama Atol Pulo Cinta Gorontalo

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

20 April 2026
BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

20 April 2026

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Next Post
Bibit 90W dan 91W Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

3 Bibit Siklon Tropis Berada Dekat Kepulauan Mariana Utara dan Guam

TERBARU

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Nanmadol Mendekati Kyushu, 504 Penerbangan Dibatalkan

Bencana yang Berhubungan dengan Air Meningkat

311 Orang Korban KM Santika Nusantara Dievakuasi Tim SAR

Semangat Kolaborasi Melandasi Pendirian AMSI 7 Tahun Lalu

Dies Natalis ke 60 UNG, Pusat Inovasi Menggelar Studium Generale

Badai Tropis Guchol Terbentuk di Laut Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.