Darilaut – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Tiga mahasiswa terbaiknya dilepas secara resmi untuk mengikuti International Mobility Project Erasmus+ di Trnava University, Jumat (20/2/2026), di Aula FIP UNG.
Tiga mahasiswa yang mewakili UNG menandakan kualitas dan kesiapan akademik yang tinggi. Mereka adalah Rendy Gobel merupakan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta dua mahasiswa jurusan Psikologi: Nailah Kh. Mokoagow, dan Khofifah Reihana Arbie. Ketiganya terpilih setelah melewati proses seleksi ketat dari 25 pendaftar.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional Erasmus+ yang telah dijalin sejak 2023. Keikutsertaan mahasiswa FIP dalam skema tersebut menjadi bukti komitmen UNG dalam memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas akademik melalui pengalaman belajar lintas negara.
Dalam sambutannya, Ketua Pokja Kerja Sama Luar Negeri UNG, Titien Fatmawaty Mohammad mengungkapkan apresiasinya atas kolaborasi antara UNG dan Trnava University. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar formalitas, melainkan implementasi nyata melalui pertukaran pelajar dan staf.
“Kegiatan ini adalah bukti bahwa mimpi harus diperjuangkan dengan aksi nyata. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin, memperluas wawasan, dan memahami perbedaan budaya secara bijak,” kata Titien
Titien juga mengingatkan agar para peserta siap secara akademik dan kultural, memahami etika, budaya, serta sistem pembelajaran di negara tujuan agar dapat beradaptasi dan membawa nama baik universitas.
Sementara itu, Wakil Dekan I FIP UNG, Candra Cuga menyoroti pencapaian mahasiswa mobilitas internasional sebelumnya, yang kini banyak berkiprah sebagai pengajar dan peneliti muda dengan karya inovatif yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap pengalaman ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi di tingkat global,” kata Cuga.
Keberangkatan tiga mahasiswa ini menjadi simbol terbukanya ruang bagi generasi muda Gorontalo untuk belajar, berjejaring, dan berprestasi di panggung internasional.
