Titien juga mengingatkan agar para peserta siap secara akademik dan kultural, memahami etika, budaya, serta sistem pembelajaran di negara tujuan agar dapat beradaptasi dan membawa nama baik universitas.
Sementara itu, Wakil Dekan I FIP UNG, Candra Cuga menyoroti pencapaian mahasiswa mobilitas internasional sebelumnya, yang kini banyak berkiprah sebagai pengajar dan peneliti muda dengan karya inovatif yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap pengalaman ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi di tingkat global,” kata Cuga.
Keberangkatan tiga mahasiswa ini menjadi simbol terbukanya ruang bagi generasi muda Gorontalo untuk belajar, berjejaring, dan berprestasi di panggung internasional.




