Darilaut – Sedikitnya 635 orang tewas karena banjir, banjir bandang, tanah longsor serta cuaca buruk lainnya di sejumlah wilayah di Pakistan.
Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana (NDMA, National Disaster Management Authority) Pakistan melaporkan hingga 16 Agustus, sebanyak 635 orang tewas di tujuh provinsi, sebagian besar di Balochistan (196 kematian).
Menurut Badan tersebut, lebih dari 1.010 orang terluka, sementara rumah yang mengalami kerusakan sedikitnya 72.500 unit. Selain itu, 110.440 ternak hilang dan lebih dari 2.800 km jalan dan 130 jembatan rusak.
Reliefweb.int melaporkan hujan deras telah mempengaruhi Pakistan selatan dan barat laut selama beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir, dan banjir bandang yang mengakibatkan korban dan kerusakan.
Pada 5 Juli lalu, menurut NDMA, total 77 orang tewas di tujuh Provinsi, sebagian besar di Balochistan (39 kematian) dan Khyber Pakhtunkhwa (17), tiga lainnya masih hilang, dan 85 terluka. Hampir 600 rumah rusak, lima jembatan dan jalan rusak. Otoritas nasional memberikan bantuan kepada orang-orang yang paling terkena dampak.
Selanjutnya, pada 11 Juli, NDMA mencatat 147 kematian telah dilaporkan di tujuh provinsi, kebanyakan korban berada di Balochistan (63 kematian), Sindh (26), dan Punjab (23), dan 160 individu telah terluka.
Hingga 18 Juli, jumlah korban yang meninggal bertambah menjadi 238 orang di tujuh provinsi.
Sejak awal musim muson (monsoon) Pakistan telah menerima 60% dari total curah hujan. Hujan lebat telah mengakibatkan banjir bandang, tanah longsor, dan Danau Gletser meluap.
Pada 25 Juli, NDMA melaporkan bahwa banjir telah mengakibatkan 312 kematian (termasuk 121 anak-anak dan 56 wanita) dan sekitar 300 orang terluka sejak 1 Juli.
Lebih dari 10.000 rumah tangga telah terkena dampaknya, 60% di antaranya berada di Balochistan. Dan lebih dari 5.000 rumah rusak sebagian dan 3.200 rumah lainnya rusak total. Selain itu, sekitar 800 sekolah (600 di Balochistan saja), 50 jembatan dan 616 km ruas jalan telah terpengaruh.
Musim muson terus mempengaruhi beberapa provinsi di Pakistan, menyebabkan banjir, tanah longsor, dan insiden terkait cuaca buruk, yang mengakibatkan peningkatan skala dampak kemanusiaan.
Menurut NDMA hingga 1 Agustus, sebanyak 478 orang tewas di tujuh provinsi, sebagian besar di Balochistan (136 kematian). 536 lainnya terluka, dan lebih dari 36.400 rumah rusak, sementara lebih dari 24.000 ternak hilang dan lebih dari 950 km jalan rusak.
Mengingat bencana yang terus berlanjut yang disebabkan oleh banjir dan hujan lebat di seluruh Pakistan, pada tanggal 5 Agustus, Kementerian Luar Negeri secara resmi meminta bantuan kemanusiaan dari PBB dan masyarakat internasional.
Menurut perkiraan awal, 7 juta orang di seluruh Pakistan telah terkena dampak banjir. Dari total 35 distrik, 24 distrik dinyatakan sebagai provinsi yang dilanda bencana di mana 9 distrik di antaranya terkena dampak parah. Seperti di Lasbela, Jhal Magsi, Killa Saifullah, Pishin, Noshki, Kachhi, Khuzdar, Kalat dan Chaman.
Pergerakan arus muson yang kuat dan peningkatan badai petir diperkirakan terjadi di seluruh Pakistan hingga 19 Agustus, sebagian besar mempengaruhi daerah di selatan.
Cuaca buruk yang parah telah mengakibatkan kematian sedikitnya 580 orang, termasuk 224 anak-anak dan 114 wanita.
Hampir 23.000 orang dilaporkan telah mengungsi dari rumah mereka dan sekitar 107.000 ternak mati.
Analisis Klasifikasi Fase Terpadu (IPC) baru-baru ini melaporkan tentang kerawanan pangan akut lebih dari 955.000 orang dan menjadi rawan pangan di daerah yang terkena dampak banjir di Balochistan antara Juli dan November 2022.
Mengutip Pakistantoday.com.pk, Kamis (18/8) Amerika Serikat telah mengumumkan hibah $ 1 juta untuk mendukung upaya Pakistan untuk mengatasi banjir baru-baru ini dan bencana alam lainnya yang menyebabkan hilangnya banyak nyawa dan harta benda di seluruh negeri.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, selain bantuan langsung senilai $100.000, AS mengumumkan $1 juta untuk membangun ketahanan terhadap bencana alam, dan terus bekerja sama untuk mengurangi dampak krisis iklim di masa depan.
“Kami mendukung Pakistan di masa-masa sulit dan menawarkan dukungan kami kepada para korban banjir,” kata Blinken.
Pakistantoday.com.pk melaporkan lebih dari 580 orang tewas dan ribuan orang kehilangan rumah mereka di seluruh Pakistan saat hujan deras mengguyur negara itu.
Diperkirakan satu juta orang terkena dampak hujan deras, banjir bandang dan tanah longsor sejak Juli saat Pakistan mengalami lebih dari 60 persen dari total curah hujan muson normal dalam tiga minggu.
Wilayah Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa dan Sindh adalah yang terkena dampak terburuk, dengan curah hujan lebat diprediksi di seluruh Pakistan hingga Jumat.
Sumber: Reliefweb.int dan Pakistantoday.com.pk
