Darilaut - Sebanyak tujuh tim mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025. Program ini diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tim yang lolos berasal dari berbagai skema PKM, mulai dari kewirausahaan, pengabdian masyarakat, riset sosial humaniora, hingga skema insentif PKM-Artikel ilmiah. Keberhasilan tersebut menjadi bukti semakin kuatnya budaya inovasi dan kreativitas mahasiswa UNG dalam melahirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif dan berdampak bagi masyarakat. Rektor UNG, Eduart Wolok, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para mahasiswa. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG mampu bersaing secara nasional melalui ide-ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG memiliki kemampuan dan daya saing yang sangat baik. Kami berharap pendanaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan luaran yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Rektor. Dengan lolosnya tujuh kelompok mahasiswa pada program pendanaan nasional tersebut, UNG kembali menunjukkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun inovasi. “Pendanaan PKM bukan hanya sekadar dukungan finansial, tetapi juga kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide dan gagasan menjadi karya nyata yang berdampak,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Muhammad Amir Arham, mengatakan keberhasilan mahasiswa UNG, tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara intensif dan terstruktur. Pembinaan dimulai sejak tahap sosialisasi guna meningkatkan partisipasi mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis penyusunan proposal hingga proses review secara berkala, kata Amir. Mahasiswa mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari penguatan substansi gagasan, teknik penyusunan proposal, hingga penyesuaian format sesuai standar nasional PKM. “Setiap proposal juga melalui proses evaluasi dan perbaikan berulang agar kualitasnya semakin matang sebelum dikirimkan,” ujarnya. Keberhasilan tujuh kelompok mahasiswa tersebut semakin menegaskan komitmen UNG dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi mahasiswa. Dengan capaian ini, UNG optimistis mampu terus melahirkan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui karya-karya inovatif. PKM merupakan salah satu program paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan riset, inovasi, pengabdian masyarakat, hingga pemecahan masalah melalui berbagai ide dan karya kreatif.