770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

Naiknya muka air laut membahayakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Laju naiknya permukaan laut global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak pengukuran satelit dimulai pada tahun 1993, menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), sementara suhu laut yang menghangat memicu badai tropis yang jauh lebih dahsyat.

New York hanyalah satu dari sekian banyak kota yang menghadapi ancaman ini.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini mengungkap bahwa hampir 10 persen populasi dunia—sekitar 770 juta orang—tinggal di wilayah pesisir yang berada kurang dari lima meter (16,4 kaki) di atas permukaan air pasang tertinggi, sehingga mereka sangat rentan terhadap risiko tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah memperingatkan bahwa “kota-kota besar di setiap benua akan menghadapi dampak serius” akibat kenaikan permukaan laut, dengan menyebut New York sebagai salah satunya.

“[Proyek pertahanan banjir New York] merupakan langkah maju yang patut dipuji. Ini juga menjadi pesan bagi semua kota besar lainnya,” ujar Navid Hanif dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA) kepada UN News.

“Apa yang dilakukan New York patut diakui, dihargai, dan ditiru di belahan dunia lainnya,” katanya.

Penting untuk dicatat, meskipun kenaikan permukaan laut terutama mengancam infrastruktur di kota-kota berpendapatan tinggi seperti New York, Miami, dan Guangzhou (Tiongkok), ancaman ini bersifat eksistensial bagi masyarakat di kota-kota dataran rendah di Asia Selatan, seperti Kolkata, Mumbai, dan Dhaka.

Lebih dari 14 juta orang di Asia Selatan terancam kehilangan tempat tinggal akibat genangan air permanen, sementara masyarakat di Fiji, Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan negara kepulauan dataran rendah lainnya di Pasifik bahkan telah terpaksa harus pindah.

Adaptasi

PBB, yang kantor pusatnya terletak kurang dari dua mil di sebelah utara proyek ESCR, merupakan mitra aktif yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi di seluruh dunia. Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini mengenai kenaikan permukaan laut, negara-negara anggota mengadopsi Deklarasi PBB tentang Kenaikan Permukaan Laut.

Ini merupakan kali pertama seluruh negara anggota menyepakati satu naskah bersama terkait isu tersebut.

Deklarasi ini secara khusus menyerukan pendanaan yang lebih mudah diakses dan dapat diprediksi untuk upaya adaptasi serta ketahanan, terutama bagi negara-negara kepulauan kecil dan negara-negara yang paling kurang berkembang.

Proyek East Side Coastal Resiliency di New York memberikan gambaran tentang dampak investasi semacam itu bagi masyarakat setempat.

Di East River Park yang kini telah ditinggikan permukaannya, para pengunjung dapat menikmati jalur pejalan kaki di tepi sungai dengan pemandangan cakrawala Brooklyn, serta area hijau yang tertata rapi dan ruang komunitas—termasuk lapangan olahraga, taman bermain, dan tempat untuk memanggang makanan.

“Kami datang ke taman ini dua kali sehari, setiap hari. Kami sangat menyukainya! Ini adalah contoh indah bagaimana ketahanan iklim dapat membantu masyarakat menikmati hidup mereka,” ujar Liz, seorang warga New York.

Exit mobile version