Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ada Miliaran Komet Mengelilingi Matahari, Baru 3743 yang Sudah Diketahui

redaksi
9 Mei 2022
Kategori : Berita
0
Peristiwa Langka, Komet Neowise Dekati Bumi

Komet Neowise. FOTO: LAPAN

Darilaut – Hingga saat ini tercatat sebanyak 3.743 jumlah komet yang sudah diketahui. Padahal, kemungkinan ada miliaran komet yang mengorbit Matahari.

Komet adalah sisa-sisa pembentukan tata surya yang terdiri dari debu, batu dan es. Ukuran komet berkisar beberapa mil hingga puluhan mil lebarnya.

Tetapi, seperti ditulis Solarsystem.nasa.gov, saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, komet akan memanas dan memuntahkan gas dan debu bercahaya.

Komet adalah bola salju kosmik dari gas beku, batu, dan debu yang mengorbit Matahari. Saat dibekukan, komet seukuran kota kecil.

Ketika orbit komet membawanya dekat dengan Matahari, akan memanas dan memuntahkan debu dan gas bercahaya raksasa yang lebih besar dari kebanyakan planet.

Debu dan gas membentuk ekor yang membentang dari Matahari sejauh jutaan mil. Kemungkinan ada miliaran komet yang mengorbit Matahari kita di Sabuk Kuiper dan bahkan Awan Oort yang lebih jauh.

Komet mengorbit Matahari seperti halnya planet dan asteroid. Komet biasanya memiliki orbit yang sangat panjang.

Saat komet semakin dekat ke Matahari, sebagian es mulai mencair dan mendidih, bersama dengan partikel debu. Partikel dan gas ini membuat awan di sekitar nukleus, yang disebut koma.

Koma diterangi oleh Matahari. Sinar matahari juga mendorong material ini ke dalam ekor komet yang indah dan terang benderang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KometKomet HalleyLAPANNASA
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Kapal Perikanan Terbakar di Cilacap, 547 Orang Awak Terdampak

Next Post

Asani, Badai Siklon Sangat Parah di Teluk Benggala

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Badai Siklon Terbentuk di Teluk Benggala

Asani, Badai Siklon Sangat Parah di Teluk Benggala

Komentar tentang post

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

Kemenristek Kembangkan Serum Anti Covid-19 dan Uji Klinis Minyak Kelapa Murni

Tanah Longsor Menewaskan 8 Orang di Pulau Bali

Topan Saudel Belum Punah, Saat Ini Terletak Dekat Hong Kong di Laut Cina Selatan

World Wetlands Day: Umat Manusia Bergantung Pada Lahan Basah

Mangrove di Pandansari, Penahan Laju Abrasi dan Ekowisata

Badai Tropis Fengshen Terbentuk di Dekat Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.