Dengan harga Rp 80 ribu per kilo gram dan berat lima kilogram, nelayan dapat mengantongi Rp 400 ribu. Ini hanya satu gurita.
Bila menangkap tiga gurita dengan berat lebih dari tiga kilo gram, nelayan dapat memperoleh penghasilan Rp 1 juta sekali melaut.
Untuk menjaga spesies gurita tidak punah di perairan Banggai Laut, sistem buka tutup penangkapan gurita salah satunya diberlakukan di perairan Bone Baru.
“Perairan Bone Baru termasuk salah satu lokasi favorit bagi nelayan penangkap gurita,” kata Abdul.
Nelayan penangkap gurita kebanyakan bukan berasal dari Desa Bone Baru. Tapi berasal dari Desa Popisi, Kalumbatan dan Lobuton.
Di Popisi, Yayasan Lini dan Blue Ventures bekerja sama dengan komunitas setempat mendorong pengelolaan perikanan berkelanjutan yang berbasis lokal. Kegiatan pengelolaan perikanan gurita ini sejak Oktober 2016.
Penutupan sementara penangkapan gurita berada di Pulau Asasal. Sistem buka tutup ini berlangsung pada 7 Oktober hingga 15 Januari 2019.
Di Bone Baru model penutupan sementara penangkapan gurita diberlakukan pertama kali pada 2018, dilanjutkan tahun 2019. Tahun 2020, karena pandemi Covid-19, tidak dilakukan penutupan penangkapan gurita. Sistem buka tutup kembali dijalankan akhir tahun 2021.
Selain sistem buka tutup penangkapan gurita, yayasan Kali aktif melakukan pendataan gurita hasil tangkapan nelayan. Pendataan ini berlangsung sejak 2018 sampai sekarang.





Komentar tentang post