Darilaut – Air sungai yang meluap di beberapa wilayah di Indonesia sepekan terakhir mendatangkan banjir di sejumlah tempat.
Di Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, air sungai meluap menyebabkan dua anak beranjak remaja hanyut dan meninggal dunia, Kamis (27/10).
Peristiwa itu terjadi ketika kedua korban bermain di gubuk persawahan. Setelah itu, menuju sungai dan seketika itu air meluap dan menghanyutkan keduanya.
Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari sehingga memicu terjadinya luapan sungai dan merendam permukiman penduduk, persawahan dan jalan raya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung tengah melakukan monitoring lapangan dan kaji cepat, guna mendata dampak banjir dan kerugian materiil lainnya.
Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat banjir melanda wilayah tersebut pada Kamis (27/10) setelah hujan deras selama enam jam dan mengakibatkan Sungai Saleppa meluap hingga ke permukiman warga.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis sore, banjir masih terjadi di tiga kecamatan dan cuaca di lokasi hujan masih turun. Adapun tiga kecamatan terdampak yaitu, Kecamatan Banggae, Kecamatan Banggae Timur dan Kecamatan Pemboangan.
Data sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 1.000 kepala keluarga dan 1.000 unit rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Banjir tersebut memaksa sebagian warga terdampak memilih mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman.
BPBD Kabupaten Majene dan tim gabungan hingga kini masih melakukan penanganan bencana, antara lain melakukan pemantauan kondisi banjir, mengevakuasi warga terdampak dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan penanganan lebih lanjut.
Banjir dan tanah longsor menerjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah pada Rabu (26/10). Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras dan meluapnya debit air pada beberapa sungai hingga permukiman warga setempat.
Pusdalops BNPB mencatat hingga Rabu malam, banjir sudah mulai surut. Data sementara yang berhasil dihimpun terdapat 295 kepala keluarga / 1.177 jiwa terdampak dan 384 jiwa di antaranya memilih untuk mengungsi ke tempat lebih aman.
Kejadian ini juga menyebabkan 295 unit rumah warga dan 5 hektar lahan pertanian ikut terdampak. Hingga kini belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka akibat peristiwa ini.
Banjir dan tanah longsor ini berdampak pada tujuh desa, adapun lokasi terdampak ialah Desa Siwarak, Desa Gondang, Desa Tlahab Lor di wilayah Kecamatan Karangreja. Kemudian Desa Banjarsari dan Desa Limbasari yang berada di Kecamatan Bobotsari. Selanjutnya Desa Banjar Kerta di Kecamatan Karanganyar dan Desa Sukamaju wilayah Kecamatan Padarincang.
Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Sabtu lalu (14/10) masih berlangsung hingga Selasa (25/10).
Kondisi tersebut memaksa masyarakat masih bertahan di 20 titik pengungsian. Data BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat titik pengungsian berada di Kecamatan Arut Selatan dan Arut Utara.
Sejumlah titik penampungan di Arut Selatan berada pada fasilitas umum dan rumah kerabat. Total warga mengungsi 2.568 KK atau 7.533 jiwa.
Beberapa tempat yang dijadikan pos pengungsian tersebar di GOR Gawe Seroja, gedung PC NU, Indra Kencana lantai 3, TK rumah jabatan bupati, masjid Miftahul Jannah, TPA Qolbiah, Balai Pengajian Awaliyah, rumah RT 26, LPTQ, Pkm NP Lama, balai PKK, Futzal Heviza, Transito, Posyandu Brunei, GOR Desa Kumpai Batu Atas, dan GOR Desa Kumpai Batu Atas.
Sedangkan pengungsian di Kecamatan Arut Utara berada di rumah kerabat terdekat.
Bupati Kotawaringin Barat telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Arut Utara, Kotawringin Lama, Pangkalan Banteng, Arut Selatan, dan Kumai. Surat keputusan perpanjangan status tersebut tertuang dengan nomor 360/20/BPBD.IV.2/X/2022, terhitung selama 14 hari sejak 19 Oktober hingga 1 November 2022.
Sebelumnya pemerintah daerah setempat menetapkan status yang sama dengan surat keputusan nomor 360/19/BPBD.IV.2/X/2022 selama 14 hari, sejak 5 Oktober 2022 hingga 18 Oktober 2022.
Banjir yang melanda wilayah Kalimantan Tengah ini berlangsung setelah hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur lima kecamatan. Intensitas hujan tersebut mengakibatkan debit air Sungai Lamandau, Sungai Arut Utara, Sungai Kumai dan Sungai Sekonyer meluap pada Sabtu (14/10).
BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.
