Menurut Prof. Femy, pengelolaan kawasan konservasi yang efektif harus mampu memadukan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat, khususnya perempuan, dengan pendekatan ilmiah. Pelibatan perempuan secara setara akan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian laut.
“Ini bukan hanya persoalan keadilan gender, tetapi tentang bagaimana kita memastikan sumber daya laut tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.”
Pemberdayaan perempuan pesisir juga dinilai mampu mendorong diversifikasi usaha berbasis konservasi yang berdampak pada penguatan ekonomi lokal. Dengan demikian, masyarakat pesisir akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan ekonomi global.




