Darilaut – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah memperkenalkan gerakan #KampusBerdampak, bagian dari inisiatif program #DiktisaintekBerdampak.
Kampus Berdampak, mempertegas keberlanjutan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menjadikan kampus lebih berdaya dan berdampak langsung kepada masyarakat, dunia industri dan usaha, serta mendukung ekosistem riset dan inovasi untuk pembangunan nasional.
Untuk merealisasikan Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek pada Rabu (28/5) menyalurkan sebesar Rp1,47 triliun untuk mendukung pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, tahun anggaran 2025.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan, pendanaan ini merupakan stimulus awal untuk mendorong kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan.
Menteri Brian berharap peneliti tidak hanya bergantung pada dana hibah, akan tetapi proaktif menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, dunia industri, mitra internasional, dan PTNBH.
Dengan sinergi yang lebih luas, ”riset kita akan tumbuh lebih maju, relevan, dan berdampak nyata,” ujar Menteri Brian, seperti dikutip dari laman Kemdiktisaintek.




