Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan sedang membangun paradigma baru, yaitu Diktisaintek Berdampak.
”Riset bukan sekadar angka publikasi, tetapi kekuatan strategis bangsa. Tidak akan ada pertumbuhan ekonomi tanpa inovasi teknologi,” ujar Wamen Stella.
Wamen Stella menjelaskan bahwa hasil riset harus selaras prioritas nasional yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, antara lain ketahanan pangan, energi, air, serta hilirisasi industri.
”Kita ingin melihat riset yang hidup di desa-desa, memberi daya pada komunitas, mendorong kemandirian dan inovasi lokal, serta memberi manfaat ekonomi dan sosial yang konkret,” ujar Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman.
Kampus Berdampak
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, gerakan Kampus Berdampak merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu “Dengan ilmu kita menuju kemuliaan, dengan amal kita menuju kebajikan.”
Kutipan ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus dihidupkan dan berdampak dalam tindakan nyata, tidak sekadar disimpan dalam buku atau peringkat akademik. Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat sebagai suluh peradaban, menerangi jalan, menyatukan harapan, dan menjadi ruang bagi tumbuhnya perubahan.




