“Ternyata memang ada alasan kuat mengapa dana publik ini perlu digunakan untuk membantu bisnis media, karena media bekerja untuk menyuarakan kepentingan publik.”
Direktur eksekutif AMSI yang juga penanggung jawab program, Adi Prasetya menjelaskan e-learning dibuat delapan topik pembelajaran.
Topik itu meliputi lanskap media dan tantangan ekosistem, pengembangan konten dan tim redaksi yang tangguh, pengembangan distribusi konten, pengembangan sumber revenue atau pemasaran iklan, pengelolaan sumber daya manusia dan organisasi perusahaan media. Kemudian, membangun brand dan merek media, dan optimalisasi IT untuk meningkatkan revenue dan traffic atau setiap pengunjung (visitor).
(Selengkapnya e-learning bisa disimak dan diunduh di https://elearning.amsi.or.id/)
Selama ini, AMSI sudah tiga tahun bekerja sama dengan USAID dan Internews menggarap program independensi, kompetensi pemillik media, dan keberlanjutan bisnis media digital di Indonesia.
Setiap tahun, digelar lebih dari 20 kali kelas pelatihan pengelolaan media, yang dirangkai dengan mentoring atau pendampingan, pemberian fellowship atau beasiswa, dan diakhiri dengan pemberian penghargaan atau award kepada media-media berprestasi.
“Ide bikin e-learning ini untuk mengabadikan bahan-bahan pelatihan dan pendampingan yang sudah kita lakukan dalam tiga tahun terakhir. Supaya tidak hilang file, terlupakan, dan bisa dimanfaatkan oleh anggota AMSI lebih luas di luar penerima beasiswa/fellowship, wartawan, tim sales, mahasiswa, dosen, dan siapa saja yang membutuhkan,” kata Adi Prast saat peluncuran berlangsung.





Komentar tentang post