Darilaut – Anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah-timur—yang menjadi pusat fenomena El Niño— diukur menggunakan indeks Niño 3.4 yang umum digunakan.
Nilai ini meningkat tajam dari rata-rata +1,6°C di atas normal pada bulan Juni 2026 menjadi +2,5°C di atas normal pada bulan Agustus.
Untuk periode Oktober-November-Desember, rata-rata musiman anomali suhu permukaan laut Niño 3.4 diperkirakan mencapai sekitar +3,7°C, dengan puncaknya terjadi sekitar bulan Desember.
Siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan angka ini merupakan yang tertinggi sejak pencatatan dimulai dan melampaui rekor sebelumnya sebesar +2,6°C pada periode November 2015 hingga Januari 2016.
Cekungan samudra lainnya juga turut memengaruhi prakiraan musiman ini. Indian Ocean Dipole (IOD) positif—pola iklim yang dapat sangat memengaruhi curah hujan di sekitar Samudra Hindia—diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober sebelum kemudian menurun. Anomali musiman untuk periode Oktober-Desember diperkirakan berada di angka sekitar +0,5°C.
Sementara itu, menurut Global Seasonal Climate Update, suhu permukaan laut di cekungan Atlantik khatulistiwa diperkirakan akan tetap berada di atas normal.
Laporan bulanan Pembaruan Iklim Musiman Global menyatakan bahwa El Niño akan terus menguat menjelang puncaknya yang diperkirakan terjadi pada bulan Desember.




