Dalam Buletin Iklim bulanan terbaru, Copernicus Climate Change Service (C3S) mengatakan rekor SST harian dan bulanan tertinggi sebelumnya untuk bulan September tercatat pada tahun 2023, saat peristiwa El Niño yang kuat juga sedang berkembang.

Namun, kata C3S, berdasarkan anomali SST di wilayah Niño 3.4, El Niño saat ini sudah jauh lebih kuat dibandingkan peristiwa tahun 2023 pada tahap perkembangan yang sama.
Rata-rata suhu permukaan laut di wilayah samudra di luar kutub (60°LS–60°LU) untuk bulan September 2026 adalah 21,05°C, menurut C3S. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan September.
Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) telah berada dalam fase positif sejak September 2026, dengan nilai mingguan terakhir mencapai +0,88°C untuk periode 5–11 Oktober 2026.
Anomali tetap tertekan di wilayah Indonesia, Samudra Pasifik bagian barat khatulistiwa. El Niño yang terus menguat tersebut, dengan kemungkinan terjadinya El Niño kategori kuat hingga sangat kuat hingga periode Januari-Maret 2027.
Menurut Climate Prediction Centre (CPC) National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, peluang ini tetap di atas 83%.

NOAA mengatakan El Niño semakin menguat bulan lalu, dengan anomali suhu permukaan laut melebihi +4,0°C di sebagian wilayah Pasifik khatulistiwa bagian timur.



