Darilaut – Presiden Donald Trump mengatakan pasukan Amerika Setikat (AS) telah melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Menurut Trump AS telah “melenyapkan” tiga situs nuklir di Iran untuk menghilangkan kapasitas pengayaan nuklir negara itu dan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan jika Teheran tidak berdamai.
Dalam upaya untuk ikut campur dalam perang Israel melawan Iran, Washington menjatuhkan bom “penghancur bunker” di pabrik pengayaan bahan bakar Fordow milik Iran.
Bom-bom tersebut secara luas dipandang sebagai peluang terbaik untuk merusak atau menghancurkan Fordow, yang dibangun jauh di dalam gunung dan tidak tersentuh selama serangan Israel selama seminggu.
Serangan AS tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai negara di dunia. Hingga berita ini ditulis, tidak ada polusi radiasi pada fasilitas nuklir Iran yang mendapat serangan AS itu.
Arab Saudi mengatakan tidak ada polusi radiasi yang terdeteksi di kerajaan tersebut setelah serangan AS terhadap Iran.
Komisi Regulasi Nuklir dan Radiologi kerajaan tersebut mengatakan “tidak ada dampak radioaktif yang terdeteksi pada lingkungan” Arab Saudi dan negara-negara Teluk tetangga setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Hal senada di sampaikan Kuwait. Garda Nasional Kuwait mengatakan belum mendeteksi peningkatan tingkat radiasi di negara itu setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran.




