Darilaut – Setiap tahun, rata-rata sebanyak 430 juta ton plastik diproduksi. Sebagian besar produk plastik tersebut berumur pendek dan akan segera menjadi sampah.
Menurut Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), plastik melekat dalam setiap aspek kehidupan modern. Mulai dari apa yang kita kenakan, cara kita bepergian, dan apa yang kita makan. Tapi dari mana sebenarnya semua plastik ini berasal?
Kemasan
Sektor pengemasan merupakan penghasil plastik sekali pakai terbesar di dunia. Sekitar 36 persen dari seluruh plastik yang diproduksi digunakan untuk pengemasan.
85 persennya berakhir di tempat pembuangan sampah atau sebagai limbah berbahaya.
Produk Konsumer
Plastik ditemukan dalam segala hal mulai dari sikat gigi hingga peralatan medis dan mainan anak-anak.
Skala kerusakan yang diakibatkannya sangat besar. Plastik yang digunakan dalam barang konsumsi mengakibatkan kerusakan lingkungan sebesar US$75 miliar setiap tahunnya.
Bangunan dan Konstruksi
Plastik digunakan secara luas dalam industri konstruksi, mulai dari pipa plastik dan lantai hingga cat.
Industri ini menghasilkan sekitar 100 miliar ton sampah setiap tahunnya, 35 persen di antaranya dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Pertanian
Sekitar 12,5 juta ton produk plastik digunakan dalam produksi tumbuhan dan hewan di seluruh dunia setiap tahunnya.
Hal ini termasuk pupuk biosolid, film mulsa dan bahkan film berlapis plastik, yang dapat larut ke dalam tanah sehingga merusak kesehatan tanah dan berdampak negatif pada hasil panen.
Perikanan
Sekitar 20 persen dari seluruh plastik di laut berasal dari penangkapan ikan, pelayaran, dan rekreasi, dengan lebih dari 45 juta kg plastik masuk ke laut hanya dari industri alat penangkapan ikan. Hal ini dapat menjebak dan mencekik kehidupan laut serta mencemari laut dengan mikroplastik.
Energi
Perusahaan-perusahaan energi merupakan salah satu pencemar plastik terbesar di dunia, di mana plastik sekali pakai hampir seluruhnya terbuat dari bahan bakar fosil.
Tekstil dan Mode
Sekitar 60 persen bahan pembuat pakaian adalah plastik, dan setiap detik satu truk sampah tekstil ditimbun atau dibakar.
Setiap kali bahan sintetis seperti poliester dicuci, bahan tersebut melepaskan serat plastik kecil yang disebut serat mikro, suatu bentuk mikroplastik. Binatu saja menyebabkan sekitar setengah juta ton serat mikroplastik dilepaskan ke laut setiap tahunnya—setara dengan hampir tiga miliar kemeja poliester.
Perjalanan dan Pariwisata
Delapan puluh persen wisatawan mengunjungi wilayah pesisir setiap tahunnya, sehingga menambah 8 juta ton plastik yang masuk ke laut setiap tahunnya.
Banyak hotel dipenuhi dengan plastik sekali pakai seperti botol sampo, sikat gigi, dan sisir, sementara kapal pesiar membuang sejumlah besar air limbah yang mengandung mikroplastik ke laut.
Angkutan
Tiga puluh persen komponen mobil terbuat dari plastik. Sebagian besar plastik tersebut terbuat dari polimer murni yang berbiaya rendah dan berakhir di tempat pembuangan sampah. Plastik juga digunakan secara luas di kapal, pesawat terbang, dan kereta api.
Di masa lalu, plastik pernah dipuji sebagai produk ajaib. Kini, kita telah mengetahui polusi plastik berdampak buruk terhadap ekosistem, iklim, kesehatan manusia, dan perekonomian.
