Pernyataan ini juga menggarisbawahi komitmen Anggota terhadap proyek bersama dan kegiatan pelatihan yang dapat menerjemahkan kemajuan ilmiah menjadi tindakan penyelamatan jiwa di lapangan.
Secara paralel, Lokakarya Terpadu ke-20 diselenggarakan dengan tema “Membentuk Masa Depan: Menerapkan Inovasi pada Tindakan yang Mengatasi Tantangan dan Peluang Topan.”
Lokakarya ini mengeksplorasi teknologi mutakhir, terobosan penelitian baru, dan aplikasi praktis yang dirancang untuk mengantisipasi, memantau, dan memitigasi dampak badai dahsyat dengan lebih baik.
“Kita hidup di era perubahan teknologi yang pesat. Kecerdasan buatan, observasi satelit, pemodelan resolusi tinggi, dan integrasi data sedang membentuk kembali cara kita memprediksi dan merespons cuaca ekstrem,” ujar Saulo.
”Inovasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kemitraan, tata kelola, dan keterlibatan masyarakat.”
Sebagai tuan rumah, Makau, Tiongkok menekankan komitmennya untuk memajukan kerja sama teknis di kawasan tersebut.
Para pejabat menegaskan kembali bahwa Makau akan terus memperkuat kapabilitasnya sendiri sambil mendukung negara-negara Anggota tetangga dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan.
Wawasan peserta akan membantu membentuk Rencana Strategis Komite Topan untuk 2027–2031, sebuah peta jalan untuk babak kerja sama berikutnya.




