Awal Mei 2 Guncangan Gempa di Kepulauan Mentawai

BMKG/BNPB

Darilaut – Di awal bulan Mei ini, 2 guncangan gempa terjadi di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Guncangan pertama berkekuatan magnitudo 5.7 pada Senin (3/5) pukul 00.46 WIB dini hari. Guncangan yang kedua, magnitudo 5,8 pada Rabu (5/5) pagi pukul 8.24 WIB.

Pusat Gempa yang terjadi pada 3 Mei, menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), berada di laut dengan kedalaman 29 kilometer pada posisi 2.34 LS dan 99.66 BT atau 35 kilometer tenggara Tuapejat, Sipora Utara dan 37 kilometer tenggara Kepulauan Mentawai.

Guncangan gempa dirasakan kuat selama 2-4 detik dan memicu kepanikan masyarakat hingga keluar rumah.

“Masyarakat panik dan keluar rumah,” kata Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Amir.

Guncangan kuat gempabumi yang dirasakan juga membuat masyarakat di wilayah pesisir Pantai Desa Tuapejat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Terdapat beberapa masyarakat di wilayah pesisir pantai Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengungsi ke tempat lebih tinggi,” katanya.

Gempa pada Rabu 5 Mei, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, masyarakat sempat panik saat gempa mengguncang daerah tersebut.

Guncangan gempa kuat dirasakan kuat oleh masyarakat Kepulauan Mentawai menyebabkan banyak warga keluar rumah hingga situasi kembali kondusif.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut, namum BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai masih melakukan monitoring di wilayah terdampak.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa berada di laut 3 km Tenggara Tuapejat, 7 km Tenggara Kepualauan Mentawai, 130 km Baratdaya Pesisir Selatan Sumbar, dengan keadalaman 29 km tepatnya 2.04 LS 99.62 BT.

Guncangan gempabumi dirasakan di daerah Mentawai dengan parameter IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Kemudian di Painan III-IV MMI, lalu di Padang, Pariaman III MMI, dan di Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Exit mobile version