Di sisi lain, Monsun Australia diprakirakan menguat dalam beberapa hari ke depan, yang menunjukkan meningkatnya pengaruh Monsun Australia dan aliran timuran di wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi ini cenderung membatasi suplai uap air dan menekan potensi hujan.
Namun demikian, pada wilayah yang masih dipengaruhi gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta terbentuknya daerah konvergensi, perlambatan, dan belokan angin, pembentukan awan hujan tetap dapat meningkat.
Interaksi faktor-faktor tersebut dapat memicu hujan secara lokal, meskipun secara umum penguatan Monsun Australia masih mendukung kondisi yang relatif lebih kering di Indonesia bagian selatan.
Dengan demikian, kondisi cuaca sepekan ke depan masih menunjukkan kontras antarwilayah. Kondisi kering dan potensi karhutla tetap perlu diwaspadai di wilayah dengan curah hujan rendah, sementara wilayah yang mendapatkan penguatan dinamika atmosfer tetap berpotensi mengalami hujan lebat, petir, dan angin kencang secara lokal.



