Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tapah Terbentuk di Laut Cina Selatan, Akan Menguat Sebelum Mendarat di Guangdong

redaksi
7 September 2025
Kategori : Berita
0
Badai Tapah Terbentuk di Laut Cina Selatan, Akan Menguat Sebelum Mendarat di Guangdong

Badai Tropis (tropical storm) Tapah di Laut Cina Selatan, pada Minggu (7/9) dini hari. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Gelombang laut diperkirakan akan tinggi dan rentan terhadap gelombang besar. Warga diimbau untuk menjauh dari pantai dan menghindari semua aktivitas air. Akibat gelombang badai, beberapa wilayah pesisir dataran rendah mungkin akan mengalami banjir pada Senin pagi.

HKO dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan sistem ini akan menguat menjadi badai tropis parah (Severe Tropical Storm).

Prakiraan lintasan Badai Tropis (tropical storm) Tapah yang akan menguat di Laut Cina Selatan. GAMBAR: HKO

Menurut JMA, pada Minggu dini hari, Tapah mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot). Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal).

Tapah mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di seluruh area 220 km (120 NM), kata JMA.

 Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir, Tapah terletak 454 km di tenggara Hong Kong, dan telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata JTWC.

JTWC memperkirakan Tapah akan bergerak ke arah barat laut dan mencapai daratan di pesisir selatan Tiongkok dalam waktu sekitar 39 jam ke depan.

Setelah 39 jam, Tapah akan melemah dengan cepat di daratan. Disipasi diperkirakan akan terjadi dalam 3 hari.

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: Badan Meteorologi JepangGuangdongHong Kong ObservatoryJTWCLaut Cina SelatanTopan Tapah
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Berkembang di Laut Cina Selatan

Next Post

Topan Tapah Mendarat Hari Ini di Pesisir Guangdong

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Topan Tapah Mendarat Hari Ini di Pesisir Guangdong

Topan Tapah Mendarat Hari Ini di Pesisir Guangdong

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa Ada Pemungutan Suara Ulang, Lanjutan dan Susulan?

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Mengapa Bali Masih Menjadi Salah Satu Tempat Wisata Terpopuler di Dunia

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Indonesia Belum Menguasai Teknologi Budi Daya Rumput Laut Cokelat

Gelombang Pasang di Anyer dan Lampung Selatan, Satu Meninggal 11 Luka-luka

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.