Gelombang laut diperkirakan akan tinggi dan rentan terhadap gelombang besar. Warga diimbau untuk menjauh dari pantai dan menghindari semua aktivitas air. Akibat gelombang badai, beberapa wilayah pesisir dataran rendah mungkin akan mengalami banjir pada Senin pagi.
HKO dan Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan sistem ini akan menguat menjadi badai tropis parah (Severe Tropical Storm).

Menurut JMA, pada Minggu dini hari, Tapah mengarah ke barat barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (7 knot). Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal).
Tapah mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di seluruh area 220 km (120 NM), kata JMA.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir, Tapah terletak 454 km di tenggara Hong Kong, dan telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata JTWC.
JTWC memperkirakan Tapah akan bergerak ke arah barat laut dan mencapai daratan di pesisir selatan Tiongkok dalam waktu sekitar 39 jam ke depan.
Setelah 39 jam, Tapah akan melemah dengan cepat di daratan. Disipasi diperkirakan akan terjadi dalam 3 hari.




