Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Nakri telah menguat menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm) di timur Kagoshima atau selatan Osaka, Jepang, pada Minggu (12/10).
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan intensitas Nakri akan meningkat menjadi topan (typhoon).
Saat ini, Nakri mengarah ke timur timur laut dengan kecepatan 30 km per jam (16 knot). Tekanan udara pada pusatnya 980hPa (hektopaskal), kata JMA.
Nakri –Topan Jepang Nomor 23– mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 30 meter per detik (60 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 45 meter per detik (85 knot).
Menurut JMA, area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di tenggara 330km (180 NM) dan barat-laut 220 km (120 NM).
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan pada Minggu pukul 4 sore, Badai Tropis Parah Nakri terletak sekitar 680 kilometer barat daya Tokyo dan diperkirakan bergerak ke timur laut dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam melintasi perairan selatan Jepang.
Nakri terletak 476 km di tenggara Iwakuni, Jepang, dan telah bergerak ke arah timur-timur laut dengan kecepatan 31 km per jam (17 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC), ”Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 7,9 meter (26 kaki).”
Sistem ini diprakirakan akan terus bergerak ke arah timur laut. Sistem ini akan melalui perairan hangat (28–29°C) dengan geseran angin rendah 10–20 km per jam (5–10 knot). Hal ini diimbangi oleh udara kering di sekitarnya, yang diperkirakan akan mulai menyelimuti inti.
Pada saat yang sama, menurut JTWC, dalam waktu sekitar 2 hari ke depan, Nakri akan menghadapi suhu permukaan laut yang lebih dingin (27–28°C) dan geseran angin yang tidak menguntungkan (30–40 knot).
Kondisi lingkungan yang memburuk akan mengakibatkan tren pelemahan. Bersamaan dengan itu, sistem diperkirakan akan memulai transisi ekstratropis (ETT), yang diperkirakan akan berakhir dalam 3 hari, kata JTWC.
