Setelah 24 jam, saat Noul menjauh dari daratan, laju intensifikasi yang lebih tinggi akan dimulai.
Prakiraan menunjukkan Noul mencapai puncaknya pada 150 km per jam (80 knot) saat mendarat dalam waktu sekitar 2 hari, kata JTWC.
Noul dengan nama Filipina “Kiyapo” telah bergerak kea rah barat menuju Luzon utara dan sedikit melemah.
Menurut Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA), Kiyapo akan terus bergerak ke arah barat laut hingga Sabtu (25/7) menuju Selat Luzon sebelum berbelok ke arah barat laut hingga utara untuk sisa periode prakiraan.
Berdasarkan perkiraan jalur pergerakannya, kata PAGASA, pusat Kiyapo mungkin akan melewati dekat bagian timur laut daratan Cagayan antara pagi dan siang hari ini. Kemudian melewati sangat dekat atau mendarat di sekitar Kepulauan Babuyan antara siang dan malam hari ini.
Kiyapo akan terus menguat saat melintasi Luzon Utara Ekstrem dan mungkin akan ditingkatkan menjadi badai tropis parah setelah melewati Kepulauan Babuyan, kata PAGASA.




