Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Mineral kritis. FOTO: ESDM

Darilaut – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2023 berhasil mengidentifikasi sebaran 47 komoditas mineral kritis dan strategis.

Dalam proses pengungkapan mineral kritis, Badan Geologi melakukan kegiatan kolaborasi dengan berbagai institusi di luar negeri, diantaranya Korea Institute of Geoscience.

Menurut siaran pers ESDM, untuk mendukung transisi energi dan pengembangan energi hijau, Badan Geologi telah melakukan pemetaan sebaran mineral kritis dan strategis sehingga diperoleh jumlahnya mencapai 47 komoditas.

Di antara mineral kritis dan strategis yang dilakukan penyelidikan oleh Badan Geologi adalah lithium dan boron.

Penyelidikan mineral lithium menunjukkan beberapa wilayah dengan kadar lithium dan boron yang cukup menjanjikan dan boron di beberapa daerah, diantaranya di Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, Jono, Crewek, Kasonga dan Mamuju.

Boron adalah komponen penting hydrogen fuel cells yang merupakan energi alternatif untuk kendaraan Listrik. Boron juga bahan baku dari neodymium-iron-boron (NdFeB) magnet, dan bahan baku untuk Pyrex.

Permintaan Boron naik 30% di tahun 2022 dan akan naik seiring dengan permintaan EV dan industry EBT di tahun-tahun mendatang.

Selain mineral kritis dan strategis, tahun 2023 Badan Geologi melakukan survei hidrogen alami di Indonesia yaitu di Pulau Sulawesi bagian timur karena daerah tersebut memiliki kondisi geologi ideal untuk terbentuknya gas hidrogen alami.

Dari hasil survei ditemukan rembesan gas hidrogen dengan kandungan 20-35% di daerah Tanjung Api, dan 9% di daerah Bahodopi, juga gas metana abiogenik dan nitrogen dengan konsentrasi signifikan.

Tahun 2026, Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi menandatangani Implementation Agreement dengan Chengdu Center of China Geological Survey (CC-CGS), Ministry of Natural Resources, People’s Republic of China.

Dalam siaran pers ESDM, Selasa 26 Mei 2026, penandatanganan ini menjadi langkah penguatan kerja sama teknis dan kelembagaan antara kedua institusi, khususnya dalam bidang pemetaan geokimia dan penilaian sumber daya mineral.

Kerja sama antara kedua pihak ke depan akan semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Indonesia dan China, kata Kepala Badan Geologi Lana Saria, seperti dikutip dari siaran pers ESDM, Selasa 26 Mei 2026.

Kepala PSDMBP Agung Pribadi menyampaikan bahwa potensi sumber daya mineral dan keragaman geologi Indonesia memiliki peran strategis dalam rantai pasok global mineral kritis.

Karena itu, kerja sama ilmiah, penyelidikan geokimia yang maju, serta penilaian sumber daya mineral yang terintegrasi menjadi semakin penting untuk mendukung pengembangan mineral yang berkelanjutan.

Exit mobile version