Perangkat piranti keras sistem teknologi VMA armada kapal perikanan dipasang transceiver device lengkap dengan monitor display yang sekaligus berfungsi untuk alat navigasi dan peta laut (free upgradeable). Di base station terpasang multiple communication gateway (MCG) yang mampu mengelola sampai dengan 200 unit armada pengguna VMA secara real-time.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, setelah dirinya menjadi Menteri, kaget dengan banyaknya jumlah kapal. Di dunia penerbangan keberadaan letak pesawat dapat dimonitor. Bagaimana memantau kapal?
“Yang saya tahu, kami hanya ada VMS (Vessel Monitoring System). Nah VMS ini kan hanya milik kapal Indonesia saja, lalu bagaimana dengan kapal lain?” katanya.
Sejak saat itu, Susi tertarik untuk menggalang kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan teknologi digital. Salah satunya dengan menggunakan Global Fishing Watch –sebuah platform teknologi hasil kolaborasi antara Google, Oceana dan SkyTruth.
“Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan Global Fishing Watch. Tapi ada beberapa orang yang tidak suka dan menyebut bahwa saya membuka rahasia negara,” ujarnya.
Selain itu, KKP terus mengaktifkan data satelit radar sebagai komitmen Indonesia dalam memberantas pelaku illegal fishing. Aplikasi pemanfaatan data radar untuk Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing ini dikembangkan di Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Perancak Bali.





Komentar tentang post