Selain itu, langkah mitigasi seperti menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan diharapkan dapat mengurangi dampak genangan air.
“Dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, kita bisa meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” kata Dwikorita.
Bali Sempat Lumpuh
Setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa (9/9), Bali sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda Kota Denpasar dan enam kabupaten lainnya.
Pada Kamis (11/9), genangan air di sejumlah titik di Kota Denpasar dan wilayah sekitarnya mulai surut, sehingga akses jalan utama perlahan kembali terbuka.
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bergerak cepat membersihkan puing, memperbaiki fasilitas rusak, serta mengevakuasi warga yang masih terjebak.
Bantuan logistik dari BNPB telah tersalurkan ke posko-posko pengungsian, mulai dari kebutuhan pokok, selimut, pakaian, hingga perlengkapan sekolah darurat.
Warga yang sebelumnya terisolasi kini mulai mendapatkan pasokan bantuan dengan lebih lancar. Di beberapa wilayah, perahu karet yang semula digunakan untuk evakuasi, kini lebih difokuskan untuk distribusi bantuan.
Update Korban
Menurut BNPB, bencana ini menimbulkan duka mendalam dengan 18 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, 214 KK/659 jiwa terdampak (dalam pendataan) dan 185 jiwa Mengungsi. Korban hilang masih terus dicari oleh Basarnas.




