Darilaut – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah sejak Senin (5/2) meluas di tujuh kecamatan terdampak. Upaya evakuasi warga terdampak di Kecamatan Karanganyar terhambat arus deras.
Banjir bandang ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Tingginya debit air membuat sepuluh tanggul di wilayah Kabupaten Demak jebol. Akibatnya, air meluber hingga ke jalan dan pemukiman warga di tujuh kecamatan.
Kecamatan Karanganyar menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah. Air dengan arus deras dan ketinggian air mencapai 2,5 meter menerjang pemukiman warga.
Staf Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Rizka, Jumat (9/2), mengatakan banjir di Kecamatan Karanganyar sampai Jumat (9/2) ketinggian air masih bertahan dan arus deras.
BPBD Kabupaten Demak masih melakukan upaya evakuasi warga Kecamatan Karanganyar. Beberapa warga masih terjebak di atap rumah. Adapun kendala yang dihadapi tim gabungan dalam upaya evakuasi
Selain Kecamatan Karanganyar, wilayah lainnya terdampak banjir bandang antara lain Kecamatan Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, dan Kecamatan Dempet.
Pusdalops BPBD mencatat hingga Jumat 10.285 orang mengungsi akibat banjir ini. Tim gabungan dari BPBD wilayah Jawa Tengah, Basarnas, TNI POLRI, dan relawan mendirikan pos pengungsian dan dapur umum tersebar di beberapa wilayah kecamatan.
Salurkan Bantuan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dalam penanganan darurat bencana banjir di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (8/2). Dukungan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pemerintah daerah setempat.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan berupa pangan dan non-pangan di Pendopo Bupati Demak.
Bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp250 juta diperuntukkan untuk operasional dan dukungan penanganan darurat.
Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan pangan berupa sembako 300 paket, makanan siap saji 300 buah dan biskuit protein 300 buah dan non-pangan berupa selimut 300 buah, matras 300, hygiene kit 300 paket, pompa alkon 5 unit, perahu karet 1 dan tenda pengungsi 1.
Untuk penanganan darurat banjir, BPBD menjelaskan kendala yang dihadapi yaitu kurangnya jumlah perahu karet. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD provinsi untuk mendukung pengerahan peralatan dan personel untuk proses evakuasi.
