Pemerintah prefektur Ishikawa telah mengumumkan nama delapan orang di Wajima dan Suzu, berusia antara 14 dan 89 tahun, masih belum diketahui keberadaannya.
Sugimoto Satoshi, seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang, mengatakan, hujan lebat ini belum pernah dialami di wilayah ini sebelumnya.
Kepala Sekretaris Kabinet Hayashi Yoshimasa menguraikan arahan Perdana Menteri. “Instruksi tersebut termasuk berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah-langkah pencegahan menyeluruh seperti dukungan evakuasi,” katanya.
Kementerian Pertahanan telah mengirim personel Pasukan Bela Diri ke Wajima, Suzu dan Noto, menyusul permintaan dari Prefektur Ishikawa.
Ohno Hiroyuki, presiden kelompok pengendalian erosi Asosiasi SABO Jepang, adalah seorang ahli tanah longsor.
Ohno mengatakan topografi wilayah Noto sangat curam, sehingga memudahkan tanah longsor terjadi.
“Gempa bumi kuat melanda wilayah itu pada Hari Tahun Baru, yang melonggarkan tanah dan membuat keruntuhan lebih mungkin terjadi, bahkan setelah sedikit hujan,” katanya.
Ohno menyarankan bila memungkinkan, lebih baik tetangga saling berseru dan mengungsi ke tempat yang aman secara berkelompok.
Front hujan diperkirakan akan tetap diam di atas Laut Jepang dan wilayah Tohoku. Hujan yang sangat lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah yang membentang hingga Jepang barat.




