Banjir dan Longsor Melanda Sejumlah Wilayah, Satu Meninggal di Banggai

Ilustrasi banjir. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dalam sepekan terakhir bencana banjir, longsor dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan seorang warga meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (19/6).

Banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kota Ambon (Maluku), Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), Kabupaten Buton Utara (Sulawesi Tenggara) dan Kabupaten Pulau Morotai (Maluku Utara).

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Ambon, mengakibatkan banjir dan tanah longsor, Minggu (19/6). Lima rumah warga rusak ringan akibat material longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menginformasikan tidak ada warga yang menjadi korban akibat kejadian longsor tersebut. Rumah warga rusak dengan kategori rusak ringan.

BPBD Kota Ambon dan warga setempat telah memberikan pertolongan kepada keluarga terdampak longsor. Petugas dibantu aparat dan warga melakukan pembersihan material longsor.

Selain itu, BPBD setempat telah mendistribusikan logistik untuk penanganan darurat. Bantuan peralatan tersebut berupa karung, terpal, sekop dan gerobak.

Tanah longsor terjadi di Kelurahan Batugajah, Soya, Batu Meja dan Waihoka Kecamatan Sirimau dan Kelurahan Tawiri Kecamatan Teluk Ambon.

Banjir terjadi di Kelurahan Mangga Dua, Desa Passo dan Nania. Rumah warga terendam 47 unit, sedangkan populasi terdampak sebanyak 55 KK atau 161 jiwa.

Banjir terjadi di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Sabtu (18/6). Sebanyak 8 KK mengungsi akibat fenomena tersebut.

BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat melaporkan banjir terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang melanda kecamatan tersebut.

Banjir mengakibatkan 67 KK atau 335 terdampak dan bencana angin kencang 15 KK terdampak. BPBD melaporkan 8 KK atau 45 jiwa mengungsi sementara waktu. Pemerintah daerah setempat telah membantu mereka yang terdampak bencana.

Dua wilayah terdampak fenomena tersebut berada di Desa Piru dan Desa Eti, Kecamatan Seram Barat.

Sementara itu, dampak kerugian tercatat 67 rumah terendam akibat banjir dan 15 rumah rusak ringan karena angin kencang.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (18/6). Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah akses jalan terganggu.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI-Polri, Pemerintah Desa, Dinas PU, Tagana, Relawan dan Masyarakat melakukan upaya penanganan. Salah satunya dengan melakukan penutupan akses jalan yang terdampak longsor.

Imbauan kepada warga yang melintas juga dilakukan untuk tetap waspada untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang diinginkan selagi dilakukan perbaikan.

Kejadian longsor ini juga mengakibatkan 1 rumah rusak sedang, 2 tempat pelayanan terpadu, 2 fasilitas umum dan 1 unit jembatan terdampak.

Seorang warga meninggal dunia setelah terseret arus banjir yang terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (19/6).

Data sementara ada lima desa di Kecamatan Bunta yang terdampak banjir, masing-masing Desa Tuntung, Desa Nanga-Nangaon, Desa Pongian, Desa Kalaka dan Desa Salabenda.

Tim gabungan dengan koordinasi BPBD Kabupaten Banggai telah mendirikan posko penanganan darurat di Desa Pongian. Petugas kesehatan dari Puskesmas Toima juga bersiaga di lokasi kejadian.

Di Kabupaten Buton Utara, banjir terjadi di Kecamatan Kulisusu Barat, Wakorumba Utara dan Kambowa. BPBD Kabupaten Buton Utara melaporkan desa terdampak yaitu di Desa Lapandewa, Wantulasi, Morindino, Pongowulu dan Kelurahan Kambowa.

Wilayah Kabupaten Pulau Morotai khususnya Kecamatan Morotai Selatan, Kecamatan Morotai Timur, dan Kecamatan Morotai Utara dilanda banjir dan angin kencang pada Rabu (15/6).

BPBD Kabupaten Pulau Morotai melaporkan kejadian banjir dan angin kencang berdampak pada 779 KK atau 3.637 jiwa.

Kejadian ini merusak tersebut merusakkan 774 unit rumah. Tidak ada laporan korban luka luka ataupun warga mengungsi akibat kejadian tersebut di Morotai.

Exit mobile version