Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Selain itu, dilaporkan satu orang luka akibat tersengat listrik. Banjir ini berdampak pada 3.720 kepala keluarga atau 14.152 jiwa.
Sebanyak 1.506 kepala keluarga atau 4.962 jiwa sempat mengungsi dan 4.418 rumah terdampak. Meski masih berstatus Tanggap Darurat hingga 7 Juli 2025, sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Banjir di Halmahera Selatan, terjadi setelah hujan mengguyur wilayah itu pada Sabtu (21/6) hingga Minggu (22/6). Banjir ini melanda lima kecamatan dan berdampak pada ribuan warga.
BNPB mencatat banjir melanda 15 desa di Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, longsor berdampak pada 381 kepala keluarga atau 1.437 jiwa.
Sebanyak 549 jiwa mengungsi dan 301 rumah mengalami kerusakan. Meskipun status Tanggap Darurat telah berakhir, pergerakan tanah masih berlangsung hingga saat ini, menyebabkan ruas jalan Toi–Nifuleo sepanjang 30 meter mengalami patahan dengan kedalaman 40 hingga 80 cm.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berdampak pada 10.379 kepala keluarga atau 31.494 jiwa, serta merendam sekitar 9.122 unit rumah.




