Darilaut – Hujan deras yang mengguyur perbatasan Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Buol, Minggu (7/4).
Banjir di Kabupaten Buol dan Gorontalo Utara menghanyutkan rumah-rumah warga di dua wilayah tersebut. Selain itu, banjir dan longsor terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Di Kabupaten Buol, empat unit rumah terbawa arus saat banjir melanda pada Minggu (7/4) pukul 20.00 WITA. Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan meluapnya sungai di Desa Talaki, Kecamatan Paleleh.
Banjir menggenangi tiga desa di dua kecamatan antara lain Kecamatan Paleleh dan Paleleh Barat. Air menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 100 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol mencatat 2.490 jiwa terdampak banjir. Selain empat rumah terbawa arus banjir, 664 unit rumah lainnya ikut terdampak.
Kondisi terkini pada Senin (8/4) genangan air telah surut. Walaupun demikian, aktivitas warga di dua kecamatan terdampak lumpuh. Banjir menghanyutkan perkakas rumah tangga dan menyisakan endapan lumpur.
BPBD Kabupaten Buol bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah mendirikan dapur umum di masing-masing kecamatan terdampak untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga. Siang hari ini BPBD setempat akan melaksanakan giat pembersihan lingkungan.
Di Gorotalo Utara, banjir menghanyutkan satu rumah semi permanen di Desa Tolite Jaya Kecamatan Tolinggula. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Tolinggula.
Selain Desa Tolite Jaya, banjir merendam pemukiman di Desa Tolinggula Tengah, Tolinggula Ulu, Limbato, Molangga dan Ilotunggula.
Longsor di Kota Bitung
Banjir dan longsor menerjang Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Minggu (7/4).
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tujuh kecamatan terdampak antara lain, Kecamatan Lembeh Utara, Kecamatan Maesa, Kecamatan Madidir, Kecamatan Girian, Kecamatan Aertembaga, Kecamatan Ranowulu dan Kecamatan Matuwari.
Data sementara, sebanyak 550 kepala keluarga atau 1.786 jiwa warga yang berada di tujuh kecamatan tersebut terdampak. Sebagian warga dilaporkan memilih mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman.
Sejumlah insfrastruktur alami turut alami imbas dari kejadian itu, yaitu 437 unit rumah terendam, lima unit rumah rusak berat dan 11 unit rumah rusak sedang. Satu fasilitas pendidikan terdampak dan beberapa akses jalan tertimbun longsor.
BPBD Kota Bitung dan tim gabungan langsung terjun ke lokasi terdampak guna melakukan pendataan, memberikan bantuan permakanan dan melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat.
BNPB mengimbau kepada warga dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, mengingat saat ini sejumlah wilayah masih memasuki musim penghujan.
Untuk tanah longsor dapat melakukan penanaman pohon berakar kuat yang dapat mengikat tanah dengan baik pada tebing ataupun lereng bukit.
Sementara itu, agar memantau informasi terkini terkait cuaca sebagai langkah awal untuk lakukan antisipasi jika terjadi banjir.
