Selain itu, satu unit ruko dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi ini semakin memperberat beban masyarakat yang harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat bencana.
Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Barat telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melaksanakan asesmen di lokasi terdampak.
Upaya evakuasi warga terus dilakukan, terutama bagi kelompok rentan. Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan dasar, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak satu ton dan 500 dus mi instan kepada masyarakat terdampak.
Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi tenda, terpal, matras atau alas tidur, makanan siap saji, sembako, paket bayi, selimut, family kit, serta perlengkapan kebersihan. Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Kominfo, PLN, dan Basarnas, yang bersinergi dalam upaya penanganan darurat dan pemulihan awal.
Berdasarkan kondisi terkini, banjir di sebagian wilayah telah mulai surut, namun curah hujan masih terpantau sangat tinggi.
BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung di wilayah Halmahera Barat pada periode 5–11 Januari 2026.
Hingga saat ini, jaringan listrik dan akses komunikasi di beberapa lokasi masih terputus. Lokasi pengungsian sementara berada di rumah penduduk, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal.




