Jajak pendapat yang dijalankan Gallup juga menemukan bahwa hanya 2% yang makan daging paus enam kali atau lebih dalam setahun. Mayorita atau 84% orang Islandia tidak pernah mengonsumsi daging paus.
Secara ekonomi pendapatan mengamati paus lebih banyak dibandingkan dengan penangkapan cetacea ini.
Transcend Media Service melaporkan bahwa ratusan ribu orang mengunjungi Eropa utara untuk mengamati paus pada 2019. Mereka ingin mengamati paus minke dan paus sirip.
Menteri Perikanan Islandia, Svandis Svavarsdottir, mengatakan tidak mungkin izin pemerintah untuk penangkapan ikan paus akan diperbarui ketika kuota yang ada berakhir pada tahun 2023 karena praktik tersebut menjadi tidak dapat dibenarkan secara ekonomi.
“Mengapa Islandia harus mengambil risiko menjaga perburuan paus, yang tidak membawa keuntungan ekonomi, untuk menjual produk yang hampir tidak ada permintaannya?” kata Svavarsdottir.
Islandia akan mengakhiri perburuan paus secara komersial mulai tahun 2024.





Komentar tentang post