Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banyak Orang Islandia Tidak Makan Daging Paus

redaksi
19 Februari 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Orca
0
Islandia Akan Mengakhiri Perburuan Paus Tahun 2024

Perburuan paus. FOTO: TRIANGLE NEWS/SEA SHEPHERD

Darilaut – Mayoritas penduduk Islandia tidak mengonsumsi daging paus. Perburuan paus yang berlangsung bertahun-tahun untuk keperluan ekspor, terutama ke negara Jepang atau disajikan kepada turis di restoran.

Sejak Jepang yang menjadi pasar utama Islandia, kembali ke perburuan paus komersial, permintaan daging paus menurun.

Kuota tahunan Islandia untuk 2019 hingga 2023 memungkinkan perburuan 209 paus sirip — spesies terbesar kedua di planet ini setelah paus biru dan dianggap terancam punah — dan 217 paus minke, salah satu spesies terkecil.

Meskipun kuota perburuan ditetapkan lebih dari 400 paus sirip dan minke, hanya satu paus yang diburu tahun lalu. Hal ini karena tidak ada permintaan ekonomi untuk itu.

Mengutip Goodnewsnetwork.org (18/2) penangkapan paus di Islandia mulai terjadi pada 1948. Ketika itu, turis salah mengira bahwa perburuan paus adalah praktik tradisional yang sudah berabad-abad dan daging paus adalah makanan pokok di pulau itu.

Padahal, kenyataannya, daging paus itu hanya hidangan untuk turis di restoran. Bukan untuk dikonsumsi warga setempat.

Hasil penelitian yang dilakukan The International Fund for Animal Welfare (IFAW) atau Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan, orang Islandia percaya bahwa paus lebih berharga hidup daripada mati. Penelitian ini bagian dari kampanye ‘Meet Us Don’t Eat Us.’

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CetaceaIslandiaJepangPerburuan Paus
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

50% Emisi Gas Rumah Kaca Global dari Asia Pasifik

Next Post

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

WHO Ganti Label Penyebutan Varian COVID-19

Hari Ini, Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut Berakhir

Bersih Sampah Plastik di Gua Pesisir Maobu

Bibit 98S Berpotensi Menjadi Siklon Tropis di Samudra Hindia

Badai Tropis Co-May Mendekati Pesisir Cina Timur

KM Sabuk Nusantara 54 Beroperasi di Pelabuhan Tual

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.