Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banyak Orang Islandia Tidak Makan Daging Paus

redaksi
19 Februari 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Orca
0
Islandia Akan Mengakhiri Perburuan Paus Tahun 2024

Perburuan paus. FOTO: TRIANGLE NEWS/SEA SHEPHERD

Darilaut – Mayoritas penduduk Islandia tidak mengonsumsi daging paus. Perburuan paus yang berlangsung bertahun-tahun untuk keperluan ekspor, terutama ke negara Jepang atau disajikan kepada turis di restoran.

Sejak Jepang yang menjadi pasar utama Islandia, kembali ke perburuan paus komersial, permintaan daging paus menurun.

Kuota tahunan Islandia untuk 2019 hingga 2023 memungkinkan perburuan 209 paus sirip — spesies terbesar kedua di planet ini setelah paus biru dan dianggap terancam punah — dan 217 paus minke, salah satu spesies terkecil.

Meskipun kuota perburuan ditetapkan lebih dari 400 paus sirip dan minke, hanya satu paus yang diburu tahun lalu. Hal ini karena tidak ada permintaan ekonomi untuk itu.

Mengutip Goodnewsnetwork.org (18/2) penangkapan paus di Islandia mulai terjadi pada 1948. Ketika itu, turis salah mengira bahwa perburuan paus adalah praktik tradisional yang sudah berabad-abad dan daging paus adalah makanan pokok di pulau itu.

Padahal, kenyataannya, daging paus itu hanya hidangan untuk turis di restoran. Bukan untuk dikonsumsi warga setempat.

Hasil penelitian yang dilakukan The International Fund for Animal Welfare (IFAW) atau Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan, orang Islandia percaya bahwa paus lebih berharga hidup daripada mati. Penelitian ini bagian dari kampanye ‘Meet Us Don’t Eat Us.’

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CetaceaIslandiaJepangPerburuan Paus
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

50% Emisi Gas Rumah Kaca Global dari Asia Pasifik

Next Post

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Insentif Ekonomi Untuk Menopang Daya Hidup Pers Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Nelayan Melepas 20 Penyu, Kepala BPSPL Makasssar: Jangan Lempar Langsung ke Laut

Banjir di Kalimantan Selatan, 112.709 Warga Mengungsi

Apa Itu Plankton?

Pembangunan Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup Salah Satu Tema Debat ke-4 Pilpres 2024

Perluasan Kawasan Konservasi Laut Untuk Memastikan Keberlanjutan Ekosistem

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.