Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Askhari Dg Masikki, saat Konferensi Pers di Manado (2/2) mengatakan kelahiran anoa ini tentu saja membawa angin segar dan harapan baru bagi konservasi. Terutama peningkatan populasi anoa secara eksitu, mengingat populasi anoa di alam diperkirakan menurun karena perburuan.
“Berdasarkan data IUCN Red list diperkirakan populasi anoa di seluruh wilayah Sulawesi tidak lebih 2.500 individu,” kata Askhari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur KKHSG Ditjen KSDAE yang telah memberikan bimbingan dan arahan, BPSILHK Manado, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pengelolaan ABC.”
Guna mendukung upaya konservasi anoa di Sulawesi, BKSDA Sulawesi Utara bekerja sama dengan BPSILHK Manado dalam pengelolaan ABC. Selain itu, ABC juga mendapat dukungan dari beberapa pihak swasta.
Menurut Kepala BPSILHK Manado, Heru Setiawan, pelestarian anoa di ABC juga mendapat dukungan dari mitra PT Cargill Indonesia-Amurang. Ke depan pengelolaan ABC akan terus dilakukan untuk pengembangan standar pengelolaan Anoa secara eksitu, terutama yang berkaitan dengan standar kesehatan dan standar sarana prasarana untuk kesejahteraan satwa anoa.
Di Pulau Sulawesi terdapat dua jenis anoa: anoa dataran rendah (Bubalus Depressicornis) dan Anoa gunung (Bubalus quarlesi).





Komentar tentang post