Kamis, Juli 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bekerja di Kapal Perikanan China, Awak Indonesia Terlantar di Pakistan dan Hilang di Perairan Aceh

redaksi
23 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Derita Awak Kapal Perikanan (AKP) Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China kembali terungkap. Berdasarkan laporan yang diterima oleh Fisher Centre Bitung dan Fisher Centre Tegal pada tanggal 21 Mei 2020, saat ini terdapat 2 orang AKP asal Indonesia terlantar di negara Pakistan dan 2 orang AKP Indonesia hilang karena lompat dari kapal ikan berbendera China ketika melintasi perairan Aceh.

Ironisnya ke-4 korban tersebut diberangkatkan oleh satu manning agent yang sama yaitu PT Mandiri Tunggal Bahari (PT MTB). Komisaris dan Direktur PT MTB sejak tanggal 17 Mei 2020 sedang menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah atas kasus kematian dan pelarungan AKP asal Indonesia yang juga bekerja di kapal berbendera China Lu Qing Yuan Yu 623.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan, kedua kejadian ini memberi peringatan kepada bangsa Indonesia bahwa praktik kerja paksa dan perbudakan masih ada dan memakan korban AKP asal Indonesia di kapal asing.

“Berdasarkan screnning awal yang dilakukan oleh pengelola Fisher Centre Bitung dan Tegal mengindikasikan adanya praktik kerja paksa dan perdagangan orang yang dialami oleh AKP Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China,” kata Abdi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: ChinaDFW-IndonesiaPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

IORA Perkuat Kerjasama di Kawasan Samudera Hindia

Next Post

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Postingan Terkait

Pembangunan Dermaga Tambang Nikel di Morowali Tanpa Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

23 Juli 2026
Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

23 Juli 2026

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

Next Post
Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Komentar tentang post

TERBARU

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AmsiNews

REKOMENDASI

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

BMKG Belum Miliki Sistem Peringatan Dini Tsunami Akibat Aktivitas Vulkanik

Banjir Karena Pasang Maksimum Air Laut Terjadi di Manado

2017, Peningkatan Stok Ikan

Maskapai Membatalkan Penerbangan, Topan Shanshan Melewati Selatan Jepang

Awak Kapal Perikanan Indonesia di Cape Town Dapat Bantuan Logistik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.