Senin, Oktober 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bekerja di Kapal Perikanan China, Awak Indonesia Terlantar di Pakistan dan Hilang di Perairan Aceh

redaksi
23 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Indikasi tersebut berdasarkan pengaduan korban atas nama Hamdani yang tidak menerima gaji setelah 4 bulan (2 November 2019-19 Maret 2020) bekerja di kapal ikan berbendera China yaitu MV Jin Sheng.

Dalam perjanjian kontrak, gaji bekerja di kapal MV Jin Sheng sebesar USD 300/bulan sehingga pihak kapal atau manning agent menunggak pembayaran gaji sebesar USD 12.000.

Karena mengalami sakit, Eko Suryanto dan temannya Hamdani dipindahkan ke kapal kecil berbendera Pakistan bernama Herari. Sejak Maret 2020 atau sudah terhitung 2 bulan ini, Hamdan dan Eko Suryanto terlantar di pelabuhan Karachi Pakistan tanpa ada upaya pemulangan atau bantuan yang diberikan oleh PT MTB.

Sementara itu, berdasarkan pengaduan keluarga korban atas nama Adithya Sebastian yang juga bekerja di kapal ikan berbendera China yaitu Fu Yuan Yu 1218 dirinya seringkali mengalami kekerasan fisik dikapal dan hanya diberikan air laut yang telah disaring terlebih dahulu untuk minum.

Adithya dan 5 rekannya akhirnya terlibat konflik perkelahian dengan 11 orang ABK berkebangsaan China. Puncak dari tekanan yang mereka terima, pada tanggal 7 April 2020, akhirnya 6 AKP Indonesia melakukan perlawanan ketika kapal melintas di perairan dekat Pulau Sabang di Aceh.

“Akibat perkelahian tersebut, 6 orang AKP asal Indonesia melompat ke laut dan nahasnya sampai saat ini nasib Adithya Sebastian dan Sugiyana Ramdhan belum ditemukan keberadaannya,” kata Abdi

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: ChinaDFW-IndonesiaPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

IORA Perkuat Kerjasama di Kawasan Samudera Hindia

Next Post

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

102 Negara Bahas Biodiversitas dan Jasa Ekosistem di Jerman

Hari Ini Asteroid Seukuran Pesawat Mendekati Bumi, Tak Perlu Khawatir

DPRD Pohuwato Berharap Mutasi Pejabat Bermanfaat untuk Pelayanan

TNI Angkatan Laut Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

Apa Itu Siklon Ekstratropis?

Video Serial Ekspedisi Pinisi, 136 Hari Menempuh Rute Indonesia Timur

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.