Darilaut – Penyaluran bantuan untuk warga yang mengalami bencana kekeringan dan cuaca dingin ekstrem di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berjalan lancar.
Cuaca yang berangsur membaik serta memungkinkan untuk dilakukan pendistribusian melalui jalur udara.
Faktor cuaca memang menjadi kendala utama dalam proses pengiriman bantuan logistik dan peralatan tersebut. Sebab, lokasi bencana berada di atas pegunungan dan hanya dapat dijangkau dengan moda transportasi udara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus melanjutkan upaya penanganan darurat bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Puncak.
Hingga Rabu (9/8) telah terdistribusi total sebanyak 7.127 kg ke Distrik Agandugume. Adapun barang yang sudah terkirim antara lain 646 paket sembako, 700 lembar matras, Selimut 850 lembar, genset 7 unit dan tenda gulung 140 buah.
Sementara itu untuk yang sudah terkirim Ke Distrik Sinak, total 3.844 kg. Dengan rincian 380 paket sembako, matras 175 lembar, selimut 1000 lembar, genset 7 unit dan tenda gulung 60 buah. Sehingga total bantuan yang sudah terkirim di dua distrik tersebut berjumlah 10.971kg
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat menghadiri Rapat Tingkat Menteri di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kemanusiaan (Kemenko PMK) mengatakan, bantuan untuk masyarakat terdampak bencana kekeringan akan terus dilanjutkan.
Status tanggap darurat diperpanjang, sehingga pemerintah pusat secara regulasi bisa secara maksimal memberikan bantuan, jadi bantuan pangan tidak berhenti sampai di sini, sampai betul-betul kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi, kata Suharyanto.
Laporan dari Bupati Puncak, bantuan yang telah dikirim, sudah sampai ke masyarakat masing-masing dan setiap kepala keluarga sudah mendapatkan.
BNPB bersama pihak terkait mengusulkan beberapa langkah mengatasi dampak bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Puncak.
Usulan antisipasi cuaca ekstrem jangka menengah, kata Suharyanto, dengan penambahan panjang landas pacu di dua bandara, agar bisa didarati oleh pesawat angkut lebih besar.
Kemudian membangun gudang logistik dan cadangan pangan untuk antisipasi bencana serupa. Karena ada historisnya setiap tahun terjadi seperti ini.
Untuk jangka panjang akan dibangun beberapa jembatan penghubung antar Distrik di Kabupaten Puncak dan sekitarnya agar jalur darat dapat terhubung sebagai alternatif selain jalur udara. Karena sarana transportasi menjadi vital dalam pengiriman kebutuhan masyarakat, kata Suharyanto.
Sebelumnya, Suharyanto memastikan bahwa pemerintah pusat, Provinsi Papua Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Puncak akan terus mendukung upaya penanganan darurat bencana yang telah berdampak kepada 7.500 jiwa itu.
Menko Pemberdayaan Manusia dan Kemanusiaan Muhadjir juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat berencana akan membangun lumbung pasokan pangan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terjadi di kemudian hari.
